TUTUP
HeadlineLampung

Ruas Jalan Nasional di Pesibar Penghubung Lampung dan Bengkulu Amblas

Admin
13 November 2022, 4:36 PM WAT
Last Updated 2022-11-24T23:12:32Z
Ruas jalan aspal di jembatan Way Laay, Pesisir Barat, Lampung yang merupakan jalan nasional menghubungkan Lampung-Bengkulu amblas dengan kedalaman lebih dari 5 meter, Ahad (13/11/2022) pagi. (Foto: Istimewa)

PESISIR BARAT - Ruas jalan aspal di jembatan Way Laay, Pesisir Barat, Lampung yang merupakan jalan nasional menghubungkan Lampung-Bengkulu amblas dengan kedalaman lebih dari 5 meter, Ahad (13/11/2022) pagi.


Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Barat saat ini masih berusaha menimbun agar kendaraan yang macet hingga puluhan kilometer sejak pagi agar bisa kembali beroperasi.


Meski tak ada korban jiwa, namun jalan tersebut adalah akses satu-satunya sehingga jalanan menjadi macet parah.


Kepala BPBD Pesibar, Mirza Sahri mengatakan hal ini bukan pertama kalinya terjadi. 


Pada dua pekan lalu, ruas jalan di jembatan itu juga pernah amblas namun tidak terlalu besar, sehingga langsung ditangani pihaknya.


“Sampai tadi saya follow up orang di lapangan masih menimbun. Jadi masih macet. Tidak ada jalan lain selain timbun. Kita kerahkan personel untuk menimbun sementara supaya mobil bisa lewat,” kata Mirza. 


Pihaknya tidak bisa melakukan pengalihan arus, karena tidak ada akses jalan lain Krui-Bengkulu selain jalan tersebut, jalan utama maupun jalan masyarakat.


Menurutnya, sejak satu bulan lalu ruas jalan itu dikhawatirkan masyarakat dan pemda setempat karena sering amblas. 


Penyebab amblasnya jalan karena curah hujan dan struktur jembatan dan geografis wilayah itu.


“Saya rasa karena akhir-akhir ini memang hujan deras terus, jadi air banyak masuk. Kanan kiri jalan yang sudah terpasang kaki jembatan itu terisi air terus, jadi air bisa masuk juga ke sela-sela di samping jalan, jadi bisa amblas,” jelas Mirza, dilansir IDNTimes.


Ruas jalan tersebut juga merupakan jalan nasional, sehingga mulai dari pembangunan hingga perbaikan menjadi wewenang pemerintah pusat.


“Itu jalan nasional, jadi wewenang pemerintah pusat. Kita tidak berani apa-apa dan juga tidak ada anggaran untuk memperbaikinya. Tapi sampai saat ini kami terus ajukan untuk perbaikan jalanan di Pesibar, termasuk di jembatan itu,” terang Mirza. (*)

close