TUTUP
Lampung

Persediaan Kandang Jebak Terbatas, BKSDA Kaji Tingkat Ancaman Harimau di Lampung Barat

Admin
05 November 2022, 10:19 AM WAT
Last Updated 2022-12-04T02:10:22Z
Petugas BKSDA melakukan cek laporan warga di Seluma, Bengkulu, terhadap 6 ekor kambing dan 1 anjing dimakan harimau sumatera (Foto: Dok. BKSDA Bengkulu) 

LAMPUNG BARAT - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung menerjunkan tim penanggulangan untuk mengatasi konflik harimau sumatera di Dusun Cecahan, Kabupaten Lampung Barat. 


Warga satu dusun tersebut telah diungsikan ke lokasi lain setelah harimau sumatera memangsa ternak milik warga pada Selasa (1/11/2022) kemarin. 


Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Hifzon Zawahiri mengaku sudah mendapatkan laporan terkait konflik dengan satwa dilindungi itu. 


BKSDA Bengkulu-Lampung juga telah berkoordinasi dengan satgas penangangan konflik satwa liar di Lampung Barat. 


"Hari Senin (pekan depan) direncanakan tim penangulangan akan berangkat ke lokasi," kata Hifzon saat dihubungi, Jumat (4/11) sore.


Satgas penanggulangan konflik ini terdiri dari instansi pemerintah daerah, NGO, dan unsur Polri/TNI. 


Informasi terkini dari petugas yang ada di lokasi, kemungkinan harimau tersebut sudah masuk kembali ke dalam kawasan hutan. 


Hifzon menambahkan, pihak BKSDA Bengkulu-Lampung akan mengkaji terlebih dahulu tingkat ancaman dari konflik ini, sebelum memutuskan akan memasang kandang jebak atau tidak. 


Hal ini karena kandang jebak yang ada telah digunakan di dua lokasi lain, yakni dugaan macan akar di Desa Bumi Ratu, Kabupaten Lampung Utara dan konflik Beruang Madu liar di Pekon (desa) Sukaraja, Kabupaten Tanggamus. 


"Nanti tim penanggulangan juga sekaligus melakukan kajian di lokasi konflik," kata Hifzon, dilansir Kompas.com


Jika di Lampung Barat lebih berbahaya, kemungkinan kandang jebak yang ada di Lampung Utara akan ditarik dan ditempatkan di Dusun Cecehan itu. 


Terkait terjadinya konflik harimau memangsa ternak warga itu, Hifzon mengatakan belum bisa disimpulkan penyebabnya. 


"Kita pantau dahulu, tidak bisa disimpulkan apakah karena habitat terganggu atau pakannya berkurang di dalam," kata Hifzon. 


Diberitakan sebelumnya, warga satu dusun di Kabupaten Lampung Barat dievakuasi setelah ternak warga dimangsa satwa liar yang diduga harimau sumatera. 


Proses evakuasi ini sempat tersendat lantaran letak dusun yang susah diakses kendaraan roda empat. 


Peristiwa ini terjadi di Dusun Cecahan, Pekon (desa) Padang Cahya, Kecamatan Balik Bukit pada Rabu (2/11/2022) kemarin.


Kapolsek Balik Bukit Iptu Arnis Daely membenarkan evakuasi dilakukan oleh anggota Bhabinkamtibmas setempat Aipda Deny Irawan bersama petugas Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). (*)

close