TUTUP
Media SosialMedsos

Panas! Gerombolan BuzzerRp Saling Hujat Gegara Otak Geser, Kurang Ajar!

Admin
10 November 2022, 10:06 PM WAT
Last Updated 2022-11-13T03:25:21Z
Para pegiat media sosial yang disebut netizen buzzerRp pendukung pemerintah (Foto: Istimewa)

LAMPUNGONLINE - Pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda menyebut otak Ade Armando bergeser setelah dipukuli massa saat aksi demo veverapa waktu lalu.'


Pernyataan Abu Janda tersebut dikecam para pegiat media sosial kelompoknya yang sering disebut netizen dengan istilah buzzerRp.


Untuk diketahui, komentar Abu Janda terhadap Ade Armando itu adalah responsnya terhadap pernyataan kontroversial Ade Armando.


Sebelumnya, Ade Armando memberikan pernyataan yang kontroversial di YouTube. Dia menyerukan umat Kristen kompak dan bersatu untuk menjegal Anies Baswedan sebagai presiden di Pilpres 2024.


Pernyataan kontroversial Ade itu lantas dikomentari Abu Janda. Ia menilai pernyataan Ade tersebut karena ada yang geser sedikit di kepalanya akibat digebuki massa.


Pernyataan Abu Janda itu ditanggapi kembali oleh Genk Cokro alias komplotan buzzerRp.


Melalui kanal Cokro TV di YouTube, Genk Cokro menilai pernyataan Abu Janda itu justru memperlihatkan kualitas dirinya.


Menurut mereka, peristiwa Ade Armando dipukuli massa adalah peristiwa yang keji dan mengklaim akan menuai empati meski banyak yang bersyukur.


Tetapi oleh Abu Janda justru dijadikan bahan olok-olok.


Menurut mereka, pernyataan Abu Janda justru memancing kembali ingatan publik mengenai peristiwa pengeroyokan Ade Armando.


Genk Cokro mengataka itu adalah cara kotor untuk mengejek orang lain dengan cara yang samar. Perilaku Abu Janda disebut kurang ajar.


Genk Cokro menilai Abu Janda sebenarnya tidak paham politik identitas.


"Munculnya perilaku kurang ajar Abu Janda ini sebenarnya karena dia tidak paham apa itu definisi politik identitas. Dia tidak mengerti dengan istilah politik identitas," ujar Genk Cokro di kanal YouTubenya, dilihat pada Kamis (10/11/2022).


Genk Cokro juga membeberkan beberapa contoh politik identitas yang pernah terjadi versi mereka.


Salah satunya saat Gerindra mendukung Anies Baswedan di Pilkada DKI 2017, yang diklaim para buzzerRp itu menggunakan politik identitas, ayat dan mayat, serta mempersoalkan agama dan etnis Ahok.


Genk Cokro juga mengungkapkan contoh lain, yaitu ketika Prabowo menurut mereka membiarkan kaki tangannya menyebarkan informasi palsu tentang identitas Jokowi, misalnya menyebutnya PKI, keturunan Cina, Kristen.


Genk Cokro juga mengatakan seharusnya Abu Janda sebagai pendukung Prabowo yang militan paham mengenai definisi politik identitas.


"Mestinya sebagai pendukung Prabowo yang militan, Abu Janda paham definisinya," ujar para buzzerRp. (*)

close