TUTUP
HeadlineLampung

Oknum Polisi di Lampung Todong Kepala Warga Pakai Pistol, Ini Kronologi versi Korban

Admin
12 November 2022, 5:59 PM WAT
Last Updated 2022-11-13T03:25:16Z
Dian, warga Kecamatan Rajabasa, keluarga korban penodongan senpi oleh oknum polisi saat ditemui, Jumat (11/11/2022) malam. (Foto: Kompas.com)

BANDAR LAMPUNG - Seorang warga Lampung mengaku kepalanya ditodong pistol oleh oknum anggota polisi.


Aksi penodongan itu terjadi di depan kantor ekspedisi Baraka Sarana Tama di Jalan Soekarno-Hatta (bypass) pada Selasa (9/11/2022) siang. 


Korban menuturkan kronologi peristiwa yang menimpanya itu. 


Peristiwa ini bermula saat adik korban, Dian Adi Saputra, warga Kecamatan Rajabasa dihubungi abangnya, Bobi, untuk menghubungi FE, seorang kepala proyek pembangunan jalan di Lampung Selatan pada Selasa (9/11/2022) pagi. 


Dian diminta abangnya untuk menasehati karena FE membuat kegaduhan serta meresahkan rekan kerja Bobi sejak seminggu terakhir, terkait pekerjaan di Lampung Selatan itu. 


"Abang saya itu lagi ada meeting, jadi enggak sempat menghubungi FE. Saya diminta buat sekadar meredakan emosi si FE ini, karena teman abang saya merasa terganggu secara pribadi dan pekerjaannya," kata Dian, saat ditemui, Jumat (11/11/2022) malam. 


Dian yang sebenarnya hendak meredakan emosi FE justru diancam dan ditantang berkelahi saat menelepon. 


"Tidak saya ladenin, terus saya shalat dzuhur di masjid dekat rumah," kata Dian, dilansir Kompas.com


Selepas shalat dzuhur, saat Dian pulang ke rumah, dia terkejut melihat ada dua orang anggota polisi.


Satu orang mengenakan seragam tapi bersandal dan seorang lainnya mengenakan kaus olahraga warna hitam beremblem Brimob, bersama FE. Kondisi di sekitar rumah sudah ramai warga. 


"Orangtua saya kaget dan bilang mereka (polisi) mau menangkap saya karena jadi pengedar sabu-sabu," kata Dian. 


Namun, melihat penampilan para anggota kepolisian yang mencurigakan itu, Dian tidak percaya dan bahkan sempat adu mulut saat menanyakan surat-suratnya. 


"Sudah adu mulut kami di situ, dipisahkan sama Pak RT. Saya enggak kenal anggota itu, yang saya ingat pangkatnya kelelawar tiga (Aipda)," kata Dian. 


Dian pun menghubungi Bobi dan mengatakan ada FE datang membawa polisi serta menuduhnya menjadi pengedar narkoba. 


Bobi langsung menelepon FE dan menanyakan lokasinya di mana, dengan maksud hendak mengklarifikasi tuduhan itu. 


Dian dan beberapa kerabatnya lalu datang ke Jalan Soekarno-Hatta dan langsung terjadi keributan. 


Menurutnya, saat mereka tiba, di lokasi sudah ada FE dan sejumlah pria. Satu orang oknum mengeluarkan senjata api dan menodong kepala Bobi.   


"Kami datang baik-baik, mau klarifikasi, tiba-tiba abang saya ditodong senpi, ya jelas kami trauma," kata Dian. 


Menurutnya, oknum polisi yang menodongkan senpi itu tidak ada saat terjadi keributan di rumahnya. 


"Kami enggak tahu dia siapa, langsung ngeluarin senpi, pas kita mau rekam (video), senpinya ditaruh di belakang pinggang," kata Dian. 


Mereka akan melaporkan peristiwa ini ke Bidang Propam Polda Lampung. 


Kapolresta Bandar Lampung Kombes Ino Harianto mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan atas peristiwa itu. 


"Sudah kita selidiki dan akan memanggil pihak-pihak yang terkait," ujarnya.


Ino menambahkan, secara garis besar peristiwa itu bermula dari permasalahan pribadi,


"Ini ada masalah pribadi ke pribadi, jadi tidak ada hubungannya dengan instansi," kata dia. 


Diberitakan sebelumnya, video pertikaian seorang pria yang disebut anggota kepolisian dengan warga di Bandar Lampung viral di media sosial. 


Disebutkan oknum anggota kepolisian itu sempat mengeluarkan senjata api (senpi) miliknya. 


Video berdurasi 35 detik yang telah tersebar secara berantai itu menayangkan pertikaian yang hampir berujung perkelahian antara sejumlah pria. 


Di dalam video itu tertera tulisan 'Anggota Gegana Arogan Todongkan Senpi ke Warga Sipil'. (*)

close