TUTUP
TUTUP
Lampung

Malam Ini Jalinsum Gayam Makan Korban

Admin
01 June 2012, 1:03 AM WAT
Last Updated 2016-03-09T22:22:35Z

LAMPUNG SELATAN -
Sebuah kecelakaan maut kembali terjadi di jalur lintas trans Sumatera. Kali ini kecelakaan maut melibatkan sebuah mobil Suzuki APV bernomor polisi A 1855 Z dengan dua pengendara motor Yahama Jupiter di ruas jalan trans Sumatera Desa Gayam Kecamatan Penengahan pada sekitar pukul 18.30 WIB, Kamis (31/5). Dalam kecelakaan tersebut satu orang meninggal dunia.

Menurut penuturan salah seorang saksi mata peristiwa kecelakaan tersebut, Rudi, mobil APV melaju dari arah Bakauheni dengan kecepatan tinggi. Namun pada saat memasuki persimpangan simpang Gayam, dari arah Kecamatan Ketapang menyeberang pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter yang diketahui bernama PDT S.Yoel Prasetyo S.Th bersama sang istri.

Kendaraan APV yang diketahui dikendarai Supitah mencoba menghindari pengendara sepeda motor dengan membanting setir kearah kanan. Namun mobil tetap menabrak bagian belakan sepeda motor. Akibatnya, dua pengendara sepeda motor terpental. Sedangkan mobil APV oleng dan kemudian masuk ke sungai.

"Mobil APV yang oleng menabrak pembatas jalan dan terperosok kemudian terguling kedalam sungai. Kemudian korban yang luka kemudian dilarikan ke rumah sakit," ujarnya.

Dari hasil penelusuran Tribunlampung di RSUD Kalianda, akibat kecelakaan tersebut satu orang meninggal dunia, yakni Miasi, istri dari Pdt S.Yoel Prasetyo S.Th pengendara sepeda motor Yamaha Jupiter. Miasi tewas akibat luka serius pada bagian kepala. Sementara  S.Yoel Prasetyo S.Th sendiri mengalami luka cukup serius.

Sedangkan dari penumpang mobil APV, empat orang mengalami luka parah. Yakni sopir mobil APV, dua orang penumpang perempuan dan satu bayi berumur sekitar lima bulan. Para korban luka saat ini dirawat di RSUD Kalianda. Sedangkan korban meninggal saat berita ini diturunkan masih disemayamkan di ruang jenazah RSUD Kalianda. Adapun tiga penumpang lainnya menderita luka ringan.

Menurut penuturan salah seorang penumpang, Ngatman, mereka berangkat dari Serang Banten dan hendak menuju Palembang. Sementara itu, menurut penuturan salah seorang kerabat Pdt. S. Yoel Prasetyo, sang pendeta sehari-hari merupakan pendeta di Gereja GKMI (Gereja Kristen Muria Indonesia) Syalom Pasuruan Penengahan.
close