TUTUP
TUTUP
Lampung

Bocah Penderita Kelainan Jantung Meninggal

Admin
08 June 2012, 9:34 AM WAT
Last Updated 2016-03-09T22:26:21Z
Muhammad Rivaldo (3), penderita jantung kongenital, tutup usia

PRINGSEWU - Muhammad Rivaldo (3), penderita jantung kongenital, kembali mengalami kejang-kejang, Kamis (7/6/2012). Kondisi itu membuat orangtuanya, Mohammad Khotif dan Usmawati, panik dan langsung melarikan Rivaldo ke Rumah Sakit Umum Pringsewu (RSUP).

Tetapi, nasib berkata lain. Bocah yang menderita kebocoran jantung itu tak mampu bertahan lagi. Dia dinyatakan tutup usia sekitar pukul 13.15 WIB. "Mungkin sudah ajalnya sampai di sini," kata Khotif lirih, saat ditemui di rumah duka, Kamis sore.

Menurut dia, kepergian putra pertamanya itu sangat tiba-tiba. Tidak ada firasat sama sekali. Kamis siang, Rivaldo sempat meminta jalan-jalan naik sepeda motor. "Sekitar pukul 11.30, dia (Rivaldo) minta jalan-jalan ke pasar beli kaset jaran kepang," kenang Usmawati.

Saat itu, kondisi Rivaldo lebih baik dari dua hari sebelumnya. Di mana cucu dari Lilik (65) ini mengalami kejang dan muntah darah.

Khotif dan Usmawati memang cukup gigih mengupayakan kesembuhan Rivaldo. Mulai dari medis hingga 'orang pintar' telah mereka datangi. Bahkan, diminta oleh 'orang pintar' memberi bangkai ayam kepada Rivaldo pun dilaksanakan. Semata-mata demi kesembuhan Rivaldo.

Secara medis dipastikan, upaya menyembuhkan Rivaldo hanya melalui operasi. Namun, Khotif terkendala masalah dana. Sementara program Jamkesta hanya dapat mengupayakan hingga ke Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM). Tapi, rumah sakit pusat rujukan di Lampung itu tidak dapat menangani operasi jantung.

Dinas Kesehatan Pringsewu mengklaim telah mengupayakan Jamkesmas yang didanai APBN. Bahkan Bupati Pringsewu Sujadi Saddat telah menandatangani rekomendasi untuk keperluan Jamkesmas untuk keberangkatan Rivaldo ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) di Jakarta.

Kondisi Rivaldo pun telah menyedot perhatian masyarakat. Banyak pihak melakukan penggalangan dana demi membantu biaya pengobatan Rivaldo.
Sayang, ajal lebih dulu menjemput Rivaldo sebelum dia dibawa ke RSCM. Rivaldo kini hanya dapat dikenang. Selamat Jalan Rivaldo.

close