TUTUP
Regional

Rumah Dinas Wali Kota Blitar Dirampok, Perampok Pakai Mobil Dinas?

Admin
13 December 2022, 11:29 AM WAT
Last Updated 2022-12-18T11:20:01Z
Wali Kota Blitar Santoso dan istri Feti Wulandari (Foto: Kolase/Istimewa)

BLITAR - Aksi perampokan dan penyekapan terjadi di rumah dinas Wali Kota Blitar, Santoso, pada Senin subuh, 12 Desember 2022. 


Pelaku yang berjumlah empat hingga lima orang disebut melumpuhkan anggota Satpol PP Kota Blitar yang berjaga sebelum merangsek masuk.


Santoso dan istrinya yang berada di sana pun sempat mengalami penyekapan. 


Kawanan perampok disebut sempat mengancam Santoso dan istrinya dengan senjata tajam agar mereka ditunjukkan tempat penyimpanan barang berharga. 


Pelaku berhasil menggondol uang dan perhiasan dengan total nilai sekitar Rp 400 juta. 


Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya tak mengalami luka fisik serius, akan tetapi mereka disebut mengalami trauma.


Kapolres Kota Blitar, AKBP Argowiyono, angkat bicara soal dugaan para perampok rumah dinas Wali Kota Blitar menggunakan mobil plat dinas atau plat merah.


Menurut dia, hal itu belum dapat dipastikan. 


Argo menyatakan dugaan penggunaan mobil plat merah itu didapatkan dari rekaman kamera pengamanan alias CCTV yang terletak di jalanan sekitar lokasi. 


Akan tetapi dia belum bisa memastikan apakah mobil tersebut yang benar-benar digunakan para pelaku. 


"Yang terlintas di CCTV di jalan itu pelat merah, tapi mungkin pengalihan. Belum tentu jenis sebetulnya," kata Argo. 


Dia menyatakan belum bisa memastikan hal itu karena masih harus melakukan pendalaman. Pasalnya, meskipun CCTV di rumah dinas itu aktif, decoder-nya dirusak oleh pelaku. 


"Kalau saat kejadian semua aktif (CCTV). Pelaku informasinya merusak (decorder CCTV) dan kami masih dalami," kata dia, dilansir Tempo


Argo pun menyatakan tim penyidik terus melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menelusuri barang bukti yang ada, termasuk mengidentifikasi sidik jari pelaku yang mungkin berada di sana.


"Kami lakukan olah TKP awalnya hanya konstruksi kejadian. Untuk barang bukti belum identifikasi, karena itu tim identifikasi akan ambil sidik jari," kata Kapolres.


Polda Jawa Timur ikut menurunkan tim untuk mengungkap kasus perampokan ini. Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Jawa Timur Kombes Totok Suharyanto menyatakan mereka telah melakukan olah TKP di empat titik.


"Malam ini, kami evaluasi seluruh hasil olah TKP termasuk tim di lapangan. Ada empat titik olah TKP, secara teknis tidak bisa (kami) sampaikan karena itu bagian dari evaluasi kami dan untuk pola pengejaran pelaku," kata Totok.


Selain itu, penyidik juga telah mengambil keterangan tujuh orang saksi dalam kasus ini. Mereka adalah Wali Kota Blitar Santoso dan istrinya, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Blitar yang bertugas hingga sejumlah saksi lainnya. (*)

close