TUTUP
Politik

Partai Demokrat Yakin Bukan Tunda Pemilu, Tunggu Maksud 'Langkah Serius' Jokowi

Admin
05 December 2022, 9:09 PM WAT
Last Updated 2022-12-11T13:05:49Z
Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Ketua Bappilu Partai Demokrat Andi Arief menanggapi isu Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mengambil langkah serius, jika tidak ada calon presiden (capres) yang mencapai 30% suara berdasarkan survei jelang Pemilu 2024. 


Andi Arief yakin langkah serius Jokowi itu bukan penundaan pemilu.


"Kita tunggu saja apa yang dimaksud tindakan khusus, nggak tahu kita, tapi bukan tindakan khusus menunda pemilu saya kira. Nggak ada kan di dunia ini gara-gara caleg dan capres dari internal koalisi lemah kemudian pemilu ditunda, nggak ada itu. Kita tunggu penjelasan dari PKB," kata Andi Arief saat dihubungi, Senin (5/12/2022).


Politisi asal Lampung itu memandang langkah serius yang dimaksud PKB yakni tindakan di internal koalisi atau partai-partai koalisi Jokowi. 


Menurutnya, langkah serius itu tidak bisa dilakukan kepada Koalisi Perubahan yang digagas NasDem, Demokrat, dan PKS.


"Mungkin yang dimaksud PKB adalah tindakan serius di dalam internal koalisi ya, atau partai-partai koalisi, tapi kalau untuk koalisi perubahan kan ya nggak bisa ada tindakan serius apa-apa karena itu kan kedaulatan partai dari koalisi perubahan gitu," ucap Andi, dilansir detikcom.


Namun demikian, Andi Arief mengakui memang belum ada capres yang memiliki suara di atas 30% dari berbagai survei yang ada. 


Akan tetapi, dia meyakini ada capres yang suaranya sudah di atas 30% jika disimulasikan.


"Memang sih menurut survei di bawah 30% saat ini kalau survei survei pribadi, tapi kalau divariasikan surveinya ada yang sudah di atas 30%, simulasi-simulasinya ada," ujar dia.


Untuk diketahui, kabar Jokowi akan mengambil langkah serius diungkap Ketua DPP PKB Faisol Riza lewat sebuah unggahan di akun Instagram pribadinya @faisol8418.


Dia menyatakan keyakinannya jika Jokowi akan mengambil langkah serius.


Langkah serius itu kata Faisol akan dilakukan setelah Jokowi melihat tidak ada capres yang elektabilitasnya mencapai angka stabil.


"Akan ada langkah sangat serius dari Pak Jokowi setelah melihat semua capres tidak ada yang stabil di angka survei 30%. Percayalah," demikian pernyataan Faisol tersebut.


Faisol tidak menjelaskan lebih lanjut apa langkah serius yang akan diambil Jokowi itu. Ketika dikonfirmasi, Faisol belum mau mengungkap maksud dari unggahannya itu. (*)

close