TUTUP
HeadlineHukum

Keponakan Mendag Zulhas Diterima di Unila Meski Nilai Kurang, Dititip ke Karomani

Admin
01 December 2022, 12:06 PM WAT
Last Updated 2022-12-04T02:09:29Z
Rektor Universitas Lampung (Unila) nonaktif Prof Karomani (Foto: detikcom)

BANDAR LAMPUNG - Rektor Universitas Lampung (Unila) nonaktif yang kini menjadi tersangka kasus suap, Prof Karomani menyebut Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan (Zulhas) turut menitipkan keponakannya untuk menjadi mahasiswa baru di Unila. 


Keponakan Zulhas itu kemudian masuk Unila meski nilainya tidak cukup.


Adapun nama mahasiswa titipan Zulhas yakni Zaky Algifari, yang dikatakan masuk dalam Fakultas Kedokteran Unila.


Karomani mengaku mengetahui bahwa Zulhas akan menitipkan seorang mahasiswa saat memulai percakapan dirinya dengan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung Ary Meizari, yang merupakan adik dari terdakwa Andi Desfiandi.


"Saya diberitahu Ary, ini keponakan Pak Zulkifli tolong dibantu. Saya bilang asal sesuai SPI dan nilai passing gradenya minimal 500 bisa dibantu," kata Karomani dalam sidang di Pengadilan Negeri Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu (30/11/2022).


Menurut Karomani, penitipan keponakan Zulhas ini bersamaan dengan keponakan dari Andi Desfiandi.


"Zaki itu titipan Zulkifli Hasan Menteri Perdagangan dan Zalfa keponakannya Andi Desfiandi," ucap Karomani, dilansir detikcom.


Kemudian, JPU KPK memperlihatkan nilai Zalfa keponakan Andi Desfiandi yang lulus di atas passing grade minimal 500 yaitu 526. 


Sedangkan nilai Zaki, keponakan Zulhas, hanya 480, namun diloloskan.


JPU KPK kemudian bertanya kepada saksi Karomani kenapa keponakan Zulkifli Hasan tak lulus passing grade tetap diloloskan.


"Ini di bawah passing grade 500, kenapa diloloskan? Apa karena saksi tahu dia keponakan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan," tanya JPU KPK


"Saya baru tahu nilai Zaki di bawah 500 setelah penyidikan karena saya tidak cek satu-satu. Kalau saya tahu dari awal pasti saya batalkan," jawab Karomani.


Lalu, Zaki juga pernah mendaftar dan dititipkan melalui jalur SBMPTN namun kurang dari passing grade 500 sehingga tidak diloloskan.


Kemudian, mendaftar kembali melalui jalur mandiri untuk masuk ke Unila.


Sedangkan, saksi Dekan Fakultas Teknik Helmy Fitriawan mengatakan Rektor Unila nonaktif Karomani memang menerapkan passing grade 500 ke atas saat SBMPTN, tapi tidak pernah menerapkan saat jalur mandiri. (*)

close