TUTUP
Lampung

Polda Lampung Sebut Tidak Ada yang Lihat Polisi Todongkan Pistol ke Warga

Admin
11 November 2022, 10:43 AM WAT
Last Updated 2022-11-13T03:25:20Z
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad  (Foto: Istimewa)

BANDAR LAMPUNG - Polda Lampung memberikan penjelasan soal video viral yang dinarasikan adanya seorang polisi menodongkan pistol ke warga, saat terjadi keributan di Bandar Lampung. 


Polda Lampung menyebut tidak ada yang melihat adanya penodongan.


"Menurut informasi yang didapat di lapangan, diduga polisi tersebut datang ke lokasi untuk memediasi, namun seketika terjadi keributan antar warga, serta tidak ada warga yang melihat diduga polisi yang menodongkan senpi saat adanya keributan tersebut," kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Zahwani Pandra Arsyad dalam keterangannya, Jumat (11/11/2022).


Meski demikian, lanjut dia, pihak Propam Polda Lampung tengah menelusuri kasus ini. 


Sejumlah saksi dimintai keterangan terkait peristiwa yang viral di media sosial itu.


"Saat ini Bid Propam Polda Lampung tengah mendalami terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi kejadian, baik yang diduga oknum anggota dan warga yang ada di lokasi," jelas Pandra, dilansir detikcom.


Dia meminta semua pihak bersabar dan memastikan kasus ini akan diproses dengan baik.


Sebelumnya diberitakan, sebuah video yang dinarasikan adanya keributan hingga seorang personel polisi menodongkan pistol ke warga di Bandar Lampung viral di media sosial. 


Dalam video itu terlihat, ada beberapa pria mengenakan baju bertuliskan gegana dengan logo Brimob.


Beberapa pria lainnya yang terlibat cekcok menyebut bahwa pria yang diduga polisi itu mengeluarkan senjata api (senpi). 


Pada narasi video itu juga menyebut polisi dari satuan Gegana menodongkan senpi ke warga.


"Anggota gegana arogan todongkan senpi ke warga sipil", tulis dalam narasi video itu.


Perekam video juga berteriak ke arah pria yang menggunakan baju kaus hitam berlogo Brimob itu.


"Ngeluarin senpi ya, ngeluarin senpi ya, ngeluarin senpi ya," ucap si perekam. (*)

close