TUTUP
TUTUP
Nasional

Puluhan Ribu Buruh Akan Terus Demo Tolak Kenaikan Harga BBM

Admin
18 September 2022, 8:26 AM WAT
Last Updated 2022-09-26T02:35:04Z
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Tolak kenaikan harga BBM, serikat buruh akan terus menggelar demonstrasi di 34 provinsi hingga puncaknya pada 4 Oktober 2022.


Di Jabodetabek, aksi dipusatkan di depan gedung Istana Negara dan akan diikuti 5 ribu hingga 7 ribu orang.


Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan puluhan ribu buruh, petani, tenaga honorer, pekerja rumah tangga, hingga pemuda yang tergabung dalam Liga Mahasiswa Indodesia untuk Demokrasi (LMID) akan turut berunjuk rasa.


“Tuntutan aksi tetap sama. Tolak kenaikan harga BBM, tolak Omnibus Law Cipta Kerja, dan naikkan upah buruh,” ujar Said dalam konferensi pers virtual, Sabtu, 17 September 2022.


Presiden Partai Buruh itu mengatakan alasan demonstrasi terus dilakukan tren harga minyak dunia yang menurun. Selain itu, daya beli masyarakat kini tengah melemah.


Sedangkan harga sewa rumah dan sejumlah kebutuhan lainnya terus naik.


Bantuan langsung tunai (BLT BBM) sebesar Rp 150.000 per bulan pun dinilai belum menyelesaikan masalah.


“Menutup sewa rumah saja tidak cukup,” ujar Said, dilansir Tempo.


Sebelum tiba pada puncak aksi 4 Oktober 2022 mendatang, Said mengatakan, rangkaian aksi digelar di sejumlah daerah.


Contohnya, buruh akan berunjuk rasa di Jawa Timur, Batam, Ciamis dan Bogor pada 19 September 2022.


Berikutnya, pada 20 September 2022, buruh berdemonstrasi di Cianjur dan beberapa kota di Jawa Barat.


Aksi berlanjut pada 21 September 2022 di Gedung Sate Bandung, Kantor Gubernur Jawa Tengah, dan Balai Kota DKI Jakarta.


Sedangkan aksi 22 September 2022 dilakukan buruh di Sukabumi, Jawa Barat.


“Di tengah kenaikan harga BBM, tuntutan kenaikan upah sebesar 13 persen adalah harga mati,” kata Said.


Bila pada puncaknya, 4 Oktober 2022, pemerintah tak menggubris demonstrasi, para buruh akan menggelar mogok nasional pada akhir November atau awal Desember.


“Mogok produksi diikuti 3 sampai 5 juta buruh, petani, pengemudi, dan kelas pekerja lainnya. Kami akan turun ke jalan,” ucap Said. (*)

close