TUTUP
Lampung

PMII Lampung Kembali Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di DPRD Provinsi: Mereka Hanya Pura-pura!

ADMIN
12 September 2022, 6:00 PM WAT
Last Updated 2022-09-15T17:04:26Z
Unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD sekaligus Kantor Pemprov Lampung (Foto: Lampung Geh)

BANDAR LAMPUNG - Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Lampung, Senin (12/9/2022). 


Aksi ini dilakukan sebagai bentuk penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh pemerintah.


Berdasarkan pantauan, puluhan mahasiswa itu datang memenuhi Lapangan Korpri depan Gedung DPRD sekaligus Pemerintah Provinsi Lampung.


Mereka menyindir pihak DPRD Lampung yang telah menerima perwakilan pengunjuk rasa sebelumnya, tapi hingga saat ini belum terlihat ada tindakan yang berarti terhadap tuntutan para pengunjuk rasa.


"Sudah ada beberapa elemen masyarakat yang diterima, tapi belum ada tindakan yang jelas. Mereka hanya pura-pura menggali aspirasi hanya sekedar agar massa aksi bubar," ujar orator aksi.


Mereka berjanji akan terus menggelar unjuk rasa hingga pemerintah membatalkan atau menurunkan kembali harga BBM, khususnya BBM bersubsidi.  


"Kami sebagai mahasiswa akan terus datang kemari sampai kebijakan itu berubah," tegasnya, dilansir Kumparan.


Hingga saat ini, para mahasiswa masih melakukan aksi di lapangan Korpri depan Gedung DPRD Provinsi Lampung.


Sebelumnya, Polresta Bandar Lampung mengatakan akan menurunkan personel untuk pengamanan aksi unjuk rasa tersebut.


"Kita lihat berapa jumlah masanya, kita sesuaikan, untuk hari ini kita menurunkan 1.300 yang terdiri dari Polisi, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan lain-lain," kata Kapolresta Bandar Lampung, Kombes Pol Ino Harianto.


Pihaknya akan mengawal dan menjaga massa, agar penyampaian aspirasi itu bisa berjalan lancar.


"Kita kawal, kita jaga dan kita amankan, sehingga penyampaian aspirasinya itu bisa berjalan aman lancar dan tertib," jelasnya.


Sebelumnya, ratusan pengemudi ojek online (ojol) melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Pemerintah Provinsi Lampung, Kamis (8/9).


Aksi itu dilakukan sebagai bentuk penolakan driver ojol terhadap kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). 


Diketahui, kenaikan BBM ini sangat berpengaruh terhadap pekerjaan para ojol, karena, ojol sangat bergantung pada penggunaan bahan bakar.


Kemudian pada Rabu (7/9), ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung juga melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Bandar Lampung. (*)

close