TUTUP
TUTUP
HeadlineNasional

Pengamat: Hari Ini Hacker Bjorka Kasih Pelajaran ke Pejabat Pemerintah Indonesia

ADMIN
13 September 2022, 9:46 PM WAT
Last Updated 2022-09-15T17:22:00Z

Tampilan foto akun Bjorka (Foto: Istimewa)


JAKARTA - Di balik tersebarnya data sejumlah pejabat tinggi Indonesia, ada sisi lain yang tersimpan dari aksi hacker Bjorka.


Pejabat bisa memahami perasaan rakyat yang datanya bocor.


Menurut pengamat keamanan siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, sisi lain itu adalah agar para pejabat pemerintah bisa merasakan datanya bocor dan bisa dieksploitasi oleh siapa pun.


Kebocoran data adalah hal yang buruk dan kini para pejabat pemerintah bisa merasakannya langsung dan memahami perasaan rakyat yang mengalaminya juga.


"Hari ini Bjorka kasih pelajaran ke pejabat pemerintah, apa rasanya jadi masyarakat yang data kependudukannya bocor dan dieksploitasi," jelas Alfons, Selasa (13/9/2022).


Dengan bocornya data pejabat tersebut, diharapkan pemerintah bisa sadar dan mulai memproteksi data yang selama ini seenaknya saja diumbar.


Meski data yang diumbar terlihat sepele, dia menegaskan kalau data-data ini jika digabungkan bisa menjadi sesuatu yang mengerikan.


"Masukkan nama lengkap dapat data kependudukan beserta nomor telepon. Lalu digabungkan dengan dengan data pendaftaran kendaraan bermotor yang juga bocor, maka sekalian dapat orang itu punya mobil apa saja," jelas Alfons,dilansir detikcom.


Nantinya jika data tersebut digabungkan dengan data kesehatan, menurut Alfons bukan tak mungkin riwayat kesehatan orang yang datanya dibocorkan ini pun bisa tersebar ke publik.


Alfons pun mengibaratkan kebocoran data ini seperti sejumlah lagu dan dikompilasikan menjadi album baru.


Jadi datanya berasal dari beberapa kebocoran yang ada di Indonesia yang dikumpulkan.


"Dia melakukan beberapa peretasan, tetapi doxing yang dilakukannya merupakan kumpulan dari berbagai kebocoran data di Indonesia," kata Alfons.


Mencari dan berusaha menangkap Bjorka, menurut Alfons, memang adalah hal yang perlu dilakukan pemerintah, namun bukan langkah yang paling penting.


Menurutnya yang lebih penting justru memperbaiki diri dan menerapkan standar pengelolaan data yang baik.


Bjorka barulah satu nama dari sekian banyak hacker dengan niat jahat di dunia siber.


"Andaikan kamu berhasil tangkap Bjorka tetapi tidak membenahi pengelolaan data yang amburadul, besok lusa akan muncul Bjorka lain lagi," kata Alfons.


"Tapi kalau yang dibenahi adalah institusi yang mengelola data dan memperbaiki cara pengelolaan datanya sesuai standar yang baik ISO 27001, ISO 27701, NIST Framework, maka data tidak bocor dan Bjorka otomatis akan meredup," pungkasnya. (*)

close