TUTUP
TUTUP
HeadlineRegional

Ironis, Diduga karena Kelaparan dan Sakit, Pria Meninggal di Teras Toko

ADMIN
15 September 2022, 11:54 PM WAT
Last Updated 2022-09-15T17:07:42Z
Foto: Ilustrasi/Istimewa

KENDAL - Warga Cepiring, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, dikejutkan dengan penemuan laki-laki yang sudah tidak bernyawa di depan toko, Jalan Raya Cepiring, Kamis (15 /9/2022).


Belum diketahui identitas lelaki tersebut. Tidak ada tanda-tanda kekerasan dan warga sekitar juga tidak mengenal korban.


Kondisi korban saat ditemukan terbaring di depan toko dengan tubuh kurus.


Tidak ada identitas yang ditemukan di tubuhnya, hanya pakaian dan sarung yang dikenakan serta bungkusan plastik berisi obat di sekitar korban.


Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena kelaparan dan menderita sakit.


Seorang karyawan yang berada di sekitar penemuan korban, Umi Nadhifah, mengatakan korban sudah dua bulan terlihat berada di sekitar pertigaan Sriagung Cepiring dan tidur di depan toko.


“Kemarin masih segar dan bersih,” ujar Umi Nadhifah.


Soni Dewangga Tirta, orang yang kali pertama menemukan korban meninggal, mengaku tidak mengenal lelaki itu.


Waktu itu ia sedang berjalan di pertigaan Sriagung, dan  melihat korban sudah terbaring. Soni kemudian melaporkan ke warga sekitar dan diteruskan ke Polsek Cepiring.


“Curiga, saya datangi dan sudah banyak lalat,” kata Soni, dilansir Kompas.com.


Kapolsek Cepiring AKP Agung Setio Nugraha mengatakan, pihaknya bersama anggota, langsung ke lokasi penemuan setelah menerima laporan dari warga terkait penemuan orang meninggal.


Setelah memeriksa korban, petugas tidak menemukan identitas apapun.


Menurut polisi, sudah hampir sepekan warga sekitar sering melihat korban  tidur di teras ruko tersebut.


“Saat itu ada warga yang hendak memberikan minuman, namun korban tidak bergerak, lalu melaporkan ke warga sekitar,” jelas AKP Agung.


Petugas kesehatan dari Puskesmas Cepiring Ulin Nuha yang datang memeriksa kondisi korban mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan diduga korban sudah meninggal dunia 4 jam sebelumnya. 


Hal itu bisa dilihat kondisi korban  yang sudah kaku.


“Kemungkinan sudah meninggal dunia empat jam yang lalu. Dugaannya karena kelaparan, dan kondisi tubuh yang kurus. Kalau tanda kekerasan tidak ada,” kata Ulin Nuha.


Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit umum Soewondo untuk visum dan kemudian dimakamkan di pemakaman umum desa setempat.


Korban berusia sekitar 50 tahun dan saat ditemukan menggunakan baju berwarna hitam, sarung berwarna hijau dan celana pendek.


Korban juga menggunakan kaos kaki dan sandal jepit berwarna hitam. (*)

close