TUTUP
TUTUP
EkonomiHeadlineInternetTekno

Dukung Rakyat Indonesia Tolak Kenaikan BBM, Hacker Bjorka Bobol Data MyPertamina

ADMIN
11 September 2022, 9:36 AM WAT
Last Updated 2022-09-15T17:04:33Z
Foto: Ilustrasi/Istimewa

JAKARTA - Akun hacker bernama Bjorka berencana segera mempublikasikan data yang terdapat di aplikasi MyPertamina. Hal tersebut disampaikan pada forum breached.to. 


Bjorka menyatakan publikasi data tersebut untuk mendukung rakyat Indonesia yang tengah berdemo menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. 


"To support people who are struggling by holding demonstrations in Indonesia regarding the price of fuel oil. I will publish MyPertamina database soon," tulis akun Bjorka di grup Telegram yang dibuatnya.


Tangkapan layar pesan tersebut tersebar dan ramai diperbincangkan warganet hingga akhirnya sempat merajai trending topic di media sosial di Twitter pada Sabtu, 10 September 2022.


Ketika dikonfirmasi, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, memastikan bahwa pihaknya sangat memperhatikan keamanan data konsumen.


"Kami telah menerapkan standar keamanan informasi dan bekerjasama dengan pihak-pihak yang mendukung pengamanan data," ujarnya, dilansir Tempo


Irto menyatakan Pertamina telah berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk menjaga keamanan data, khususnya data pendaftar Program Subsidi Tepat.


Sebelumnya, akun Bjorka telah beberapa kali mengungkapkan kebocoran data. Di antaranya dugaan kebocoran data hasil registrasi ulang SIM Card.


Bjorka mengklaim telah mengantongi 1.304.401.300 atau sekitar 1,3 miliar data registrasi SIM Card atau sebanyak 87 GB yang berisi nomor induk kependudukan (NIK), nomor telepon, operator seluler yang digunakan dan tanggal penggunaan.


Data tersebut juga diduga telah diperjualbelikan di salah satu situs hacker. Akun Bjorka itu juga mengaku telah membagikan 2 juta data sampel yang telah dikumpulkan dari 2017 hingga 2020.


Sejumlah nama operator telekomunikasi terungkap dalam data yang ditampilkan Bjorka, yaitu Telkomsel, Indosat, Tri, XL, dan Smartfren.


Kementerian Kominfo dan para operator telekomunikasi yang disebutkan kompak membantah kecolongan miliaran data tersebut.


Kemudian akun Bjorka mengaku telah membocorkan ribuan dokumen surat menyurat yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.


Bjorka kembali mengunggahnya di situs breached.to hingga ramai di media sosial. 


Di situs tersebut, akun Bjorka mempublikasikan beberapa dokumen surat menyurat pada periode 2019-2021.


Dokumen tersebut disebut dikirimkan ke Jokowi.


"Termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia," tulis akun Bjorka dalam situs tersebut.


Soal kebocoran data pada ribuan dokumen surat menyurat yang ditujukan ke Jokowi ini dibantah oleh pihak istana.


"Tidak ada data isi surat surat apapun yang kena hack," klaim Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono kepada wartawan, Sabtu, 10 September 2022. "Namun upaya-upaya meng-hacker itu sudah melanggar hukum."


Heru pun menyatakan penegak hukum bakal mengambil tindakan hukum.


"Nanti ada statement resmi dari yang terkait," ujar Heru lebih jauh tentang peretasan oleh hacker Bjorka tersebut.


Bjorka mengklaim telah mengantongi 679.180 dokumen berukuran 40 MB dalam kondisi terkompres dan 189 belum dikompres.


Beberapa contoh dokumen yang dibocorkan juga ikut dipublikasikan oleh Bjorka dalam situs breached.to.


Pada hari ini data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate diakses dan disebar ke media sosial oleh Bjorka.


Peretasan dan penyebaran data tersebut diduga dilakukan pada Sabtu, 10 September 2022, saat Johnny Plate berulang tahun ke-66.


Dikutip melalui akun Twitter @darktracer_int, informasi yang diduga milik politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut menampilkan nama dari Johnny Plate beserta gelar sarjana yang dimilikinya yaitu S.E. Bjorka juga memberi keterangan foto tersebut dengan tulisan “Happy birthday”.


Bad actor “Bjorka” leaked personally identifiable information of Indonesia’s Minister of Communications and Information Technology (Kominfo) and mocked him,” cuit akun Twitter @darktracer_int pada Sabtu, 10 September 2022. 


Dalam cuitan tersebut ditampilkan potongan gambar yang berisi sejumlah data pribadi Johnny Plate lainnya yang terpantau disensor seperti alamat rumah, nomor ponsel, nomor induk kependudukan (NIK), hingga data vaksinasi.


Tempo sudah mengkonfirmasi soal peretasan data oleh Bjorka ini ke Menkominfo Johnny G Plate, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, serta Humas Kantor Staf Presiden Yudha Setiawan.


Namun hingga berita ini diunggah, pesan pendek yang dikirimkan tersebut belum dibalas. (*)

close