TUTUP
TUTUP
HeadlineInternetNasionalTekno

Badan Siber dan Sandi Negara Sibuk Validasi Data Dipublikasikan Hacker Bjorka, Cegah Risiko Lebih Besar

Admin
11 September 2022, 10:08 AM WAT
Last Updated 2022-09-11T03:31:01Z

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Foto: BSSN


JAKARTA - Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) buka suara soal dugaan kebocoran data surat rahasia dari Badan Intelijen Negara (BIN) untuk Presiden Joko Widodo.


Data tersebut dipublikasikan oleh akun hacker Bjorka dalam situs breached.to. 


Menurut Juru Bicara BSSN, Ariandi Putra, dalam menyikapi dugaan insiden kebocoran data yang terjadi pada beberapa Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), BSSN telah melakukan penelusuran terhadap beberapa data tersebut. 


"Kami juga melakukan validasi terhadap data-data yang dipublikasikan," ujarnya, melalui keterangan tertulis pada Sabtu, 10 September 2022. 


BSSN telah melakukan koordinasi dengan setiap PSE yang diduga mengalami insiden kebocoran data, termasuk dengan PSE di lingkungan Kementerian Sekretariat Negara.


"BSSN bersama dengan PSE terkait, tengah melakukan upaya-upaya mitigasi cepat untuk memperkuat sistem keamanan siber, guna mencegah risiko yang lebih besar pada beberapa PSE tersebut," kata Ariandi, dilansir Tempo.


Menurutnya, BSSN juga telah melakukan koordinasi dengan penegak hukum seperti Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, untuk mengambil langkah-langkah penegakan hukum.


BSSN menegaskan bahwa keamanan siber merupakan tanggung jawab bersama. Untuk itu, ia mengatakan BSSN akan memberikan dukungan teknis dan meminta pada seluruh PSE untuk memastikan keamanan sistem elektronik di lingkungan masing-masing.  


"Sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik yang menyatakan bahwa setiap PSE harus menyelenggarakan sistem elektronik secara andal dan aman, serta bertanggung jawab terhadap beroperasinya sistem elektronik sebagaimana mestinya," ujar Ariandi. 


Sebelumnya, akun Bjorka mengaku telah membocorkan ribuan dokumen surat menyurat dari BIN yang ditujukan pada Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Data yang dihimpun adalah dokumen pada periode 2019-2021.


"Termasuk kumpulan surat yang dikirim oleh Badan Intelijen Negara yang diberi label rahasia," tulis akun Bjorka dalam situs tersebut.


Data Pribadi Menkominfo


Selain data rahasia BIN, Bjorka juga mempublikasikan data lainnya seperti data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Johnny G. Plate.


Bjorka mengklaim telah mengantongi 679.180 dokumen berukuran 40 MB dalam kondisi terkompres dan 189 belum dikompres.


Beberapa contoh dokumen yang dibocorkan juga ikut dipublikasikan oleh Bjorka dalam situs breached.to.


Bjorka juga membocorkan dan mempublikasikan data pribadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate melalui situs yang sama.


Tangkapan layar dari data yang dibocorkan oleh Bjorka tersebar di media sosial Twitter hingga menjadi trending topic. 


Peretasan dan penyebaran data tersebut diduga dilakukan tepat saat Johnny Plate berulang tahun ke-66 pada Sabtu, 10 September 2022.


Dikutip melalui akun Twitter @darktracer_int, informasi yang diduga milik politikus Partai Nasional Demokrat (NasDem) itu menampilkan nama dari Johnny Plate beserta gelar sarjana yang dimilikinya yaitu S.E. Bjorka juga memberi keterangan foto tersebut dengan tulisan “Happy birthday”.


Bad actor “Bjorka” leaked personally identifiable information of Indonesia’s Minister of Communications and Information Technology (Kominfo) and mocked him,” cuit akun Twitter @darktracer_int pada Sabtu, 10 September 2022. 


Tempo sudah mengkonfirmasi soal peretasan data oleh Bjorka ini ke Menkominfo Johnny G Plate, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan, serta Humas Kantor Staf Presiden Yudha Setiawan.


Namun hingga berita ini diunggah, pesan pendek yang dikirimkan tersebut belum dibalas. (*)

close