TUTUP
TUTUP
HeadlineOtomotif

Bisa Cepat Rusak, Ini Daftar Mobil yang Bahaya Pakai Pertalite

ADMIN
15 September 2022, 10:28 PM WAT
Last Updated 2022-09-15T17:11:25Z
Foto: Ilustrasi/Istimewa

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah menetapkan bahwa kendaraan yang diproduksi sejak Oktober 2018 tidak boleh menggunakan bensin dengan nilai oktan (Research Octane Number/RON) di bawah 91.


Hal ini sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PermenLHK) Nomor 20 Tahun 2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.


"Menurut Permen tersebut, untuk kendaraan yang diproduksi setelah Oktober 2018 menggunakan bahan bakar sesuai Permen tersebut," kata Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Sigit Reliantoro, Kamis (15/9/2022).


Senada, Gaikindo menilai seharusnya masyarakat menggunakan BBM sesuai ketentuan kendaraan, di mana saat ini pabrikan otomotif sudah mengikuti ketentuan Euro 4, masyarakat pun didorong untuk menggunakan Pertamax.


"Mau hemat bahan bakar, tapi mobilnya rusak. Artinya warranty tidak berlaku. Di tempat pengisian hanya menggunakan BBM sesuai spesifikasi," kata Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara.


Ini artinya, kendaraan yang diproduksi sejak Oktober 2018 seharusnya tidak boleh mengisi bensin Pertalite karena Pertalite memiliki nilai oktan 90.


Berikut daftar mobil yang tidak dianjurkan menggunakan Pertalite:


Toyota Avanza 2018 ke atas (Generasi III)


Toyota merilis generasi ketiga Avanza pada November 2021 lalu. Lewat pembaruan itu, banyak perubahan yang tampak, mula dari desain hingga roda penggerak yang diubah dari belakang menjadi depan. Mobil baru ini sudah tidak dianjurkan untuk menggunakan Pertalite.


Selain itu, pembaruan Avanza pada Januari 2019 juga ikut masuk ke dalam kategori ini. Kala itu, Toyota menyuguhkan pembaruan karena Mitsubishi Xpander berkali-kali mengalahkan penjualan bulanan Avanza dan Veloz.


Mitsubishi Xpander 2018 ke atas


Setelah tahun 2018, Mitsubishi menghadirkan beberapa jenis Xpander, misalnya Xpander Cross yang meluncur perdana pada November 2019. Meski masuk kategori LMPV, namun mobil ini seperti mendapat sentuhan kendaraan SUV.


Tiga bulan berselang atau Februari 2020, Mitsubishi juga meluncurkan Xpander Facelift. Lalu pada November 2021 muncul lagi New Xpander sebagai persaingan melawan New Avanza. Terbaru pada Agustus 2022 kemarin Mitsubishi baru meluncurkan New Xpander Cross. Semua mobil di atas tidak diperkenankan menggunakan Pertalite.


Honda Brio 2018 ke atas


Honda Brio pertama kali lahir pada 2012, kala itu mobil masih diperkenankan untuk mengisi Pertalite. Kondisi ini masih berlaku kala Honda merilis Brio Facelift tahun 2016 silam. Namun, untuk Brio generasi kedua yang lahir tahun 2018, khususnya setelah bulan Oktober sudah tidak diperkenankan menggunakan Pertalite.


Generasi kedua ini lahir di GIIAS 2018 jauh lebih segar dengan pembaruan eksterior. Selain itu, dimensinya juga lebih besar.


Suzuki Ertiga 2018 ke atas


Pada ajang IIMS 2018, Suzuki melahirkan generasi kedua Ertiga yakni All New Ertiga. Mobil ini menggunakan mesin K15B dengan teknologi DOHC VVT dengan kapasitas 1.462 cc dengan pilihan transmisi manual 5-percepatan dan otomatis (CVT) 4-percepatan. Mobil ini sudah tidak diperkenankan untuk menggunakan Pertalite.


Lalu pada Juli 2022, Suzuki menghadirkan Ertiga Hybrid. Mobil ini bukan berjenis ICE yang menggunakan bensin, melainkan elektrifikasi dengan listrik.


Toyota Rush 2018 ke atas


Toyota Rush pertama kali meluncur pada tahun 2006. Soal varian, ditawarkan dengan tiga pilihan: G Manual 5-speed, S Manual 5-speed, serta S Otomatis 4-speed. Mesin yang digunakan adalah mesin 4-silinder 1.500cc.


Pada 2009 terjadi perubahan pada detail eksterior saja, yakni perubahan ornamen pada grill, fog lamp, dan penambahan bemper guard di depan dan belakang. Pembaruan juga ada pada tahun 2010, 2013, 2015 serta generasi kedua Rush yang lahir 2017. Mobil yang lahir pada tahun tersebut masih diperkenankan menggunakan Pertalite.


Namun produksi 2018 sudah tidak diperkenankan, misalnya All New Rush yang lahir di tahun tersebut. (*)

close