TUTUP
Hukum

Mapas! Calon Kades di Lampung Ini Terlibat 60 Kasus Perampokan

ADMIN
18 June 2017, 5:56 AM WAT
Last Updated 2022-09-15T17:09:03Z
(foto: istimewa)

SABURAI – Satu dari empat pelaku perampokan terhadap Davidson Tantono di depan SPBU Cengkareng, Jakarta Barat berinsial DTK, saat ini tengah mencalonkan diri menjadi calon kepala desa (Cakades) di Lampung.

Dia ikut merampok yang uangnya nanti akan digunakan sebagai modal pencalonannya. DTK selama ini menjalankan aksinya untuk ikut merampok.

Korban terakhirnya Davidson Tantono, yang ditembak mati karena berupaya mempertahankan uang sebanyak Rp300 juta.

Hingga akhirnya sang cakades, DTK, lelaki paruh baya itu pun ditembak kakinya oleh petugas karena melawan saat akan ditangkap.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, dalam perampokan yang terjadi pada 9 Juni lalu, DTK memiliki peran sebagai orang yang menggambar di dalam bank.

“Jadi bila ada yang keluar dari bank dan membawa uang banyak, ia langsung melaporkan ke kawanannya,” katanya di RS Polri Kramatjati, Sabtu (17/6/2017).

Dikatakan Argo, dalam perampokan yang menewaskan Davidson, DTK mendapatkan jatah sebanyak Rp14 juta. Uang itulah yang digunakan sebagai modal untuk pencalonannya sebagai kepala desa di Lampung.

“Karena sedang butuh uang banyak, makanya dia ikut dalam komplotan perampokan itu,” ujarnya, seperti dilansir Poskotanews.

Argo menyebut, bukan hanya perampokan yang terjadi di depan SPBU yang diikuti DTK. Pasalnya, dari 60 kasus perampokan yang dilakukan kawanan ini sejak Mei hingga Juni ini, DTK kerap dilibatkan.

“Jadi kampanye yang dilakukan selama ini untuk jadi kepala daerah sia-sia. Pelaku kami tangkap,” tegasnya. (*)
close