TUTUP
Hukum

Cakades Perampok asal Lampung Sedang Kampanye, Eksekutor Diburu

Admin
18 June 2017, 7:45 AM WAT
Last Updated 2022-06-27T06:57:01Z
(foto: istimewa)

SABURAI -
Aparat hukum dari Polda Metro Jaya telah menangkap empat tersangka perampokan sadis terhadap Davidson Tantono, di SPBU Jl Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.

Tiga orang yang berhasil ditangkap polisi terkait dengan perampokan di Daan Mogot itu ialah TP, M, dan DTK. Nama terakhir diketahui sebagai calon kepala desa (Cakades) di Lampung.

Sedangkan satu tersangka lain, IR, terpaksa ditembak mati oleh polisi.

"Saya tangkap di Bogor dan Lampung," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (17/6/2017).

Dari hasil pengembangan kasus tersebut, polisi lalu menangkap tersangka DTK, yang diketahui sedang melakukan kampanye untuk menjadi calon kepala desa (kades) di Lampung.

"Kita lakukan pengembangan, kita menemukan tersangka DTK di Lampung, yang mencalonkan menjadi kades dan sedang melakukan kampanye. Ternyata, dia (DTK) ikut perampokan juga, calon kades di daerah Lampung sana," ungkap Argo.

Satu lagi tersangka perampokan Davidson ialah IR. Beda nasib dengan rekan lainnya, IR tewas dalam proses penangkapan karena melawan polisi.

"IR kita tangkap di Karawang. Kita bawa kemudian kita tanya untuk cari pelaku lain di daerah Bogor. Kita bawa tersangka ke Bogor dan IR melakukan perlawanan terhadap polisi. Kepolisian melakukan tindakan tegas penembakan dan meninggal dunia," tutur Argo.

Hingga saat ini, eksekutor Davidson masih dicari polisi.

Sebelumnya, Davidson Tantono (31) dirampok di SPBU Jalan Raya Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Jumat (9/6) siang lalu. Korban dibuntuti sejak bertransaksi di BCA Green Garden.

Saat itu korban membawa uang tunai Rp 300 juta dari bank menggunakan mobil Toyota Innova. Dalam perjalanannya, ban mobil korban digembosi sehingga korban menepi di SPBU.

Ketika korban membuka pintu mobil, salah satu pelaku merampas tas korban berisi uang ratusan juta rupiah.

Korban mencoba mempertahankan tasnya itu, namun pelaku menembaknya tepat di pelipis kepala sehingga korban meninggal dunia, seperti dilansir Detik.

Lebih dari 10 Orang

Polisi menyebut ada kemungkinan tersangka perampokan itu lebih dari 10 orang.

"Mudah-mudahan segera tangkap yang lain. Ini pelaku lebih dari 10, tapi sabar, kita pelan-pelan ungkap secara keseluruhan," ungkap Argo Yuwomo.

Dia menghimbau agar tersangka yang masih buron menyerahkan diri. Jika tidak, polisi tak segan melakukan tindakan tegas.

"Kami menyampaikan kepada tersangka lain untuk menyerahkan diri. Jangan sampai kita melakukan tindakan tegas kepada pelaku yang lain. Sekali lagi kepada tersangka lain untuk melaporkan diri," kata Argo.

"IR kita tangkap di Karawang. Kita bawa kemudian kita tanya untuk cari pelaku lain di daerah Bogor. Kita bawa tersangka ke Bogor dan IR melakukan perlawanan terhadap polisi. Kepolisian melakukan tindakan tegas penembakan dan meninggal dunia," ucap Argo menjelaskan alasan penembakan IR. (*)
close