TUTUP
Lampung

Dua Warga Lampung Gantung Diri dalam Satu Hari, Ini Sebabnya

ADMIN
18 June 2017, 8:20 AM WAT
Last Updated 2022-09-15T17:09:02Z
(ilustrasi/ist)

LAMPUNG - Tragis. Karena sebab yang berbeda, dua peristiwa bunuh diri dengan cara menggantung terjadi dalam satu hari di Provinsi Lampung, Sabtu (17/6/2017).

Yang pertama dilakukan oleh seorang ibu bernama Oey Phe Tjeng (61). Wanita keturunan Tionghoa itu diduga nekat mengakhiri hidup karena terlilit persoalan keuangan.

Warga Jalan Ikan Jelabat I, Kelurahan Bumi Waras, Kota Bandar Lampung itu tewas dengan cara gantung diri di dapur rumahnya.

Aksi gantung diri Oey Phe Tjeng ini pertama kali diketahui Tanu (15), putranya sekitar pukul 09.00 WIB.

Sehari-hari, wanita yang bekerja sebagai penjahit ini hidup berdua bersama sang anak. Sebelum ditemukan tergantung, Oey sempat beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri.

Dari pantuan, Oey menjerat lehernya dengan tali berwarna biru. Saat ditemukan oleh Tanu, Oey sudah meninggal dunia.

Peristiwa tewasnya Oey membuat geger warga sekitar. Tim Inafis Polresta Bandar Lampung dan Polsekta Telukbetung Selatan (TbS) dikirimkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Sementara, jenazah Oey dibawa ke RSUD.dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) untuk divisum.

Kepada wartawan, Tanu mengatakan malam sebelum kejadian ibunya tidak bisa tidur. Oey kemudian membangunkan Tanu dan mencoba bunuh diri.

“Semalaman dia nggak bisa tidur dan mencoba bunuh diri dengan mencoba gantung diri. Kemudian talinya saya ambil dan ibu saya langsung masuk dan mengunci kamarnya", ujarnya.

Menurut Tanu, Oey sering depresi setelah sang suami meninggal dunia. Ditambah lagi persoalan keuangan yang membelit keluarga tersebut.

Oey pernah bercerita ke Tanu bahwa usaha menjahit yang dijalaninya di Pringsewu tengah bermasalah. Oey juga mengkau kebingungan untuk mencari uang menyekolahkan Tanu.

"Ibu saya pernah cerita lagi ada masalah keuangan. Usahanya di Pringsewu dan juga dia tidak memiliki uang untuk biaya saya masuk SMA", ungkapnya.

Ahmad Yani (50) Ketua RT 024, mengatakan Oey dan Tanu memang jarang di rumah. Sebab Oey bekerja di Pringsewu.

"Saya juga baru tahu bahwa sekitar pukul 09.00 wib ada warga saya gantung diri,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Telukbetung Barat Kompol Listiyono Dwi Cahyono mengatakan berdasarkan keterangan yang diperoleh polisi, korban telah beberapa kali melakulan percobaan bunuh diri, namun bisa digagalkan.

"Dugaan awal penyebab bunuh diri berdasarkan keterangan tetangga dan anak korban, memiliki masalah ingin menyekolahkan anaknya namun tak punya dana. Serta faktor ekonomi juga karena usaha yang dijalani korban di Pringsewu sedang seret,” ujarnya, seperti dilansir JPNN.

Tuna Wicara

Sementara, Aak (23) warga Brebes, Panaragan Jaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung juga ditemukan tergantung di dalam kamar rumahnya, sekitar pukul 03.00 WIB, Sabtu (17/6).

Casmat (55), tetangga Aak mengungkapkan, korban gantung diri dengan seutas tali di kamarnya. Aak ditemukan oleh Susmiati (55), ibunya. Aak ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Dari hasil pemeriksaan medis, diduga Aak tewas karena bunuh diri. Kasmudik, ayah Aak sangat terpukul dengan kematian anaknya.

Selama ini, Aak yang tuna wicara tersebut kerap membantu orang tua. Dia menduga sang anak mengalami depresi sehingga berbuat nekat.

“Saya tidak menyangka kalau anak saya akan berpikir nekat seperti ini. Padahal, apapun kemauannya selalu kami turuti, mengingat anak kami bukan seperti anak remaja lainnya, Mohon dimaafkan kesalahan almarhum selama hidup,” tutur Kasmudik. (*)
close