TUTUP
Internasional

Warga Prancis Nyatakan Dukung Muslim Pasca-Serangan

Admin
16 November 2015, 10:37 PM WAT
Last Updated 2015-11-16T15:37:47Z
(ilustrasi/ist)

SABURAI LAMPUNG - Pasca-serangan mematikan yang diklaim dilakukan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Prancis, umat Muslim memang kembali menjadi sorotan.

Namun hal ini tak menyurutkan ribuan warga Prancis yang menyatakan dukungan mereka bagi Muslim Prancis dan Muslim di seluruh dunia.

Seperti dilansir The Huffington Post dan Republika, setelah penyerangan Paris Jumat (13/11/2015) lalu Muslim bersiap menjadi korban 'terorisme'. Selama akhir pekan lalu, Muslim di Prancis menghadapi sejumlah serangan.

Sebuah masjid di timur Prancis misalnya di cat salib berwarna merah. Sementara di masjid lain di sekitar kota ada pula yang ditulisi "Bangun Prancis!" dan "Matilah Muslim".

Namun diantara itu semua, pada saat bersamaan sejumlah warga Prancis menyatakan dukungan mereka bagi Muslim Prancis dan di seluruh dunia. Ungkapan itu disampaikan melalui media sosial dan mereka juga mengorganisir pertemuan lintas agama.

Pada Minggu (15/11), 3.000 warga berjanji menghadiri aksi antar-agama bertajuk "Reli bersama Muslim Prancis untuk Perdamaian dan Persatuan Nasional akhir pekan depan di Masjid Agung Paris. Sekitar 6.000 orang lain juga menyatakan tertarik bergabung

Sementara rencana aksi "Doa untuk Paris" akhir pekan depan di Arc de Triomphe diperkirakan akan dihadiri 13 ribu peserta.

"Terorisme tak punya agama atau kebangsaan," tulis panitia demonstrasi Sami Edd Cardi.

Di Katedral Holy Trinity di Paris, imam-imam dari seluruh dunia dijadwalkan berkumpul dalam pertemuan "Perhimpunan Dunia dari Ahli Islam untuk Kedamaian dan Perlawanan Kekerasan".

Uskup Pierre Whalon dari gereja-gereja keuskupan di Eropa akan menjadi tuan rumah pertemuan.

Hal senada disampaikan organisasi Persahabatan Islam-Kristen. Menurut mereka serangan Paris tak boleh menghentikan tekad mereka mengupayakan perdamaian, solidaritas dan pengetahuan satu sama lain.

Dalam beberapa jam pasca serangan Paris, Muslim di Paris sudah siaga tinggi untuk insiden pembalasan. Banyak yang khawatir ulah ISIS akan membuat Muslim disalahkan, meski teroris juga telah membunuh tanpa pandang bulu Muslim di Timur Tengah. (*)
close