TUTUP
Hukum

Tangan Ditembak di Jakarta, Kaki Didor di Lampung

Admin
16 November 2015, 11:05 PM WAT
Last Updated 2016-03-09T22:17:58Z
Begal ditangkap. (ilustrasi/ist)

LAMPUNG - Team khusus anti bandit (Tekab) 308 Polda Lampung membekuk tersangka begal lintas provinsi bernama Riki Saputra. Polisi menangkap Riki di rumahnya di Dusun Bawang Tijang, Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur.

Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Ruli Andi Yunianto mengatakan, Riki adalah tersangka begal yang biasa beraksi di Bandar Lampung dan di Jakarta. 

"Riki pulang kampung sehabis beraksi di Jakarta," ujar Ruli kepada wartawan, Senin (16/11/2015).

Ruli menuturkan, Riki pulang ke rumahnya untuk berobat karena tangan kirinya tertembak anggota Polda Metro Jaya saat mencuri sepeda motor di Jakarta.

Namun walaupun tertembak, Riki berhasil melarikan diri lalu pulang ke kampungnya. Petugas Polda Lampung mendapat informasi kepulangan Riki.

Ruli mengatakan, timnya langsung menangkap Riki di rumahnya. Pada saat diminta menunjukkan tempat komplotannya, Riki melarikan diri. 

"Tersangka kami tembak kakinya karena melarikan diri," papar dia. 

Tekab 308 Polda Lampung menemukan satu pucuk senjata api rakitan dan empat butir amunisi caliber 9 mm di rumah Riki Saputra, yang digunakan dalam setiap aksinya. Ruli menerangkan, Riki selalu membawa senjata api saat mencuri sepeda motor. 

"Senjata api itu ditodongkan ke korbannya. Jika korban melawan, Riki tidak segan akan menembak korbannya," ujar dia.

Penyidik kini masih mendalami asal senjata api rakitan dan amunisinya. Ruli menuturkan, petugas sedang mencari tahu siapa pemasok senjata api dan peluru ke para tersangka begal di wilayah Lampung Timur, seperti dilansir Tribunlampung.

Temukan Lima Motor
Selain menemukan senjata api rakitan dan amunisinya, Tekab 308 Polda Lampung juga menemukan beberapa unit sepeda motor di rumah Riki. 

Ruli Andi Yunianto mengatakan, motor-motor tersebut adalah milik para korbannya. Ini lima jenis motor yang ditemukan di rumah Riki:

1. Honda Verza milik Suharyadi, warga Dusun Kutawaringin, Kelurahan Bandung Baru, Kecamatan Adiluwih, Pringsewu. Motor tersebut hilang di depan Alfamart Kelurahan Gunung Terang, Langkapura

2. Motor Tajima milik Sunarmi, warga Dusun XII Gading Jaya 2, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.

3. Motor Kawasaki warna merah milik Sunaryo, warga Pakembangan Barat, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat

4. Motor Kawasaki warna hijau milik Ade Hilman Suhilman, warga Parung Benying, Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan.

5. Motor Kawasaki warna merah yang diblokir atas permintaan Kapolsek Gunung Putri

Tekab 308 Polda Lampung masih memburu tiga rekan tersangka Riki. Ruli mengatakan, Riki beraksi tidak sendiri. 

"Tersangka ini memiliki komplotan yang jumlahnya lima orang," ujar Ruli.

Empat rekan Riki lainnya adalah Ahmad, Dedi, Lukman dan Roni. Khusus Roni, kata Ruli, sudah tertangkap lebih dahulu dan kini sedang menjalani hukuman di lembaga pemasyarakatan. Sedangkan tiga tersangka lainnya, ujar dia, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

"Modus Riki cs ini beragam. Mulai dari mencuri motor di parkiran pakai kunci T, membobol rumah lalu mencuri motornya sampai mencegat korban di tengah jalan sembari menodongkan senjata api maupun senjata tajam," jelas Ruli. (*)
close