![]() |
| (ilustrasi/ist) |
MESUJI - Kendati Kapolda Lampung Brigjen Pol Edward Syah Pernoh telah melarang hiburan orgen tunggal pada malam hari, namun masih saja ada warga yang menggelarnya. Seperti yang terjadi di Kabupaten Mesuji. Akibatnya, satu nyawa kembali melayang.
Kali ini hiburan orgen tunggal itu dilakukan dalam pesta hajatan Manto, warga Fajar Asri, Kecamatan Panca Jjaya, Kabupaten Mesuji, hingga menewaskan satu orang dan melukai satu lainnya, Sabtu dini hari (14/11/2015).
Korban tewas diketahui bernama Salim yang meninggal dunia sekitar pukul 01.00, akibat tusukan senjata tajam di bagian perut. Sedangkan pelaku bernama Mahmud, warga Fajar Asri (SP7), Panca Jaya. Korban dan pelaku berasal dari Desa Sungai Sodong, OKI, Sumatera Selatan yang sudah menetap di Desa Fajar Asri, Panca Jaya, Mesuji.
Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, kejadian nahas itu berawal ketika dua pemuda cekcok di acara orgen tunggal. Kedua pemuda tanggung tersebut masing-masing adalah anak dari Mahmud dan anak dari Salim. Dari percekcokan di orgen tunggal tersebut berbuntut ikutnya Salim mencari anak Mahmud.
Begitu bertemu, Salim langsung menghunus senjata tajam dan menikam anak Mahmud. Korban yang terluka berhasil menyelamatkan diri. Penikaman itu akhirnya diketahui Mahmud. Tersangka tidak terima jika urusan anak, orang tua ikut-ikutan.
Tidak lama berselang, pelaku mencari Salim. Setelah bertemu, tanpa banyak bicara Mahmud langsung menusuk korban dengan senjata tajam.
Setelah membunuh Salim, Mahmud langsung melarikan diri. Sementara anak Mahmud yang masih terluka dirawat di Puskesmas Panca Jaya.
"Benar, kejadiannya setelah acara orgen tunggal. Sampai saat ini, anggota Polres Mesuji masih berjaga-jaga di tempat kejadian perkara (TKP)," ujar warga yang enggan disebut namanya, seperti dilansir Lampost.
Sedangkan Kapolsek Simpang Pematang, Kompol Martaudin didampingi Kapolsek Tanjung Raya, AKP Kurmen yang berjaga di lokasi mengatakan jika situasi sudah terkendali. Sedangkan pelaku pembunuhan masih dalam pengejaran petugas kepolisian. (*)

