![]() |
| Salman Rushdie. (ist) |
LAMPUNG ONLINE - Arab
Saudi memanggil duta besar Ceko untuk memprotes terjemahan baru
'Ayat-Ayat Setan' karangan Salman Rushdie, 27 tahun setelah buku
tersebut memicu unjuk rasa besar dan ancaman kematian terhadap
penulisnya, demikian dilaporkan kantor berita SPA.
Dengan
mengutip pernyataan sumber dari Kementerian Luar Negeri Arab Saudi,
kerajaan itu meminta Duta Besar Ceko menghentikan peredaran buku yang
dinilai menghina Islam dan Muslim itu.
Penerbit
buku di Praha, Paseka, mengatakan kepada Reuters bahwa mereka tidak
mendengar keluhan apa pun dan 5.000 buku itu, yang diluncurkan pada
April, sudah hampir habis terjual.
Direktur Paseka, Filip Mikes, menyatakan menerbitkan 11 judul buku karya Rushdie.
"Kami telah dan akan terus menerbitkan karya Rushdie," katanya, seperti dilansir Okezone, Senin (12/10/2015).
Penerjemah buku "Ayat-Ayat Setan" itu menggunakan nama samaran.
Sementara
itu, Kementerian Luar Negeri Ceko mengatakan bahwa proses penerbitan
buku tersebut telah melalui pembahasan dengan pemerintah Arab Saudi.
Duta besarnya pun sudah menjelaskan publikasi buku karya Rushdie di
bawah hukum Republik Ceko.
Novel Rushdie itu, yang pertama diterbitkan pada 1988, menyulut kemarahan kalangan Muslim karena dinilai menghujat.
Setahun
kemudian, mantan pemimpin tertinggi Iran, almarhum Ayatollah Ruhollah
Khomeini, mengeluarkan fatwa menyeru Muslim membunuh penulis Inggris
itu.
Fatwa
tersebut memaksa Rushdie hidup dalam persembunyian selama sembilan
tahun. Seorang penerjemah Jepang yang mengalihbahasakan novel Rushdie,
ditikam mati pada 1991, sementara yang terlibat dalam publikasi novel
tersebut juga diserang.
Novel
keempat Rushdie yang mendapat penghargaan--dideskripsikan dalam situs
web Paseka sebagai karya yang menggelikan dan filosofis--terus menuai
protes sporadis sejak kegemparan pertamanya.
Iran
sendiri mengancam memboikot "Frankfurt Book Fair" minggu depan karena
Rushdie direncanakan memberi pidato pembukaan, ujar seorang juru bicara
event perdagangan literatur terbesar di dunia itu.
Agen
Rushdie tidak segera menanggapi berbagai permintaan dan protes terkait
"Ayat-Ayat Setan" itu, yang diterbitkan dalam Bahasa Ceko. (*)


