TUTUP
TUTUP
Lampung

Video Mesuji Diduga Diambil dari Thailand

Admin
18 December 2011, 12:07 AM WAT
Last Updated 2016-03-09T22:24:40Z
Keluarga korban kekerasan dan perwakilan warga Kabupaten Mesuji, Lampung, Kamis (16/12/2011), mengadu ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Jakarta, didampingi kuasa hukum mereka. Mereka mendesak Komnas HAM segera melakukan investigasi dan membuat rekomendasi kepada pemerintah atas kasus pembunuhan yang bermula dari sengeta lahan antara warga dengan perusahan sawit PT Silva Inhutani sejak 2003.

FAKTA baru terungkap, salah satu adegan sadis pemenggalan kepala warga yang ditampilkan dalam video "Pembantaian Mesuji" ternyata juga diambil dari konflik di Thailand selatan. Hal itu dilansir kantor berita CBSNews yang ditulis 16 Desember 2011.

Di dalam berita yang menganalisis isi video pembantaian Mesuji yang tersebar luas di dunia maya ini terungkap bahwa salah satu adegan video ini diambil di Thailand selatan. Para pelaku pembantaian yang terlihat memakai celana loreng, bersenjata laras api, dan mengenakan penutup muka ini ternyata adalah para anggota separatis Pattani yang terkenal terlibat konflik SARA di negeri itu.

Dalam adegan video yang digabungkan pula dengan pembunuhan sadis di Sodong, Ogan Komering Ilir, ini, CBS meyakini bahwa itu terjadi di Thailand berdasarkan bahasa dan dialek yang digunakan, yaitu Melayu Pattani.

Dalam video itu, para pelaku sengaja menunjukkan aksi membunuh sambil meneriakkan "Islamiyah Fathoni Darussalam", lalu muncul kata-kata "Merdeka". Sejauh ini belum ada konfirmasi dari pihak terkait di Indonesia mengenai hal ini.

Teliti Video
Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Ifdhal Kasim menyatakan akan meneliti kembali rekaman video yang sebelumnya ramai disebutkan sebagai pembantaian di Mesuji. Ini terkait adanya temuan baru, yaitu laporan media asing yang menyebutkan sebagian adegan video pemenggalan kepala terjadi di Thailand Selatan.

"Kami akan meneliti kembali video-video itu. Anda benar, kebenaran harus diungkapkan (ke masyarakat)," tutur Ifdhal kepada Kompas melalui pesan singkatnya.

Sebelumnya diberitakan di media ini bahwa sebagian adegan pemenggalan kepala manusia di dalam video pembantaian di Mesuji diduga dilakukan kelompok separatis Pattani Thailand, bukan di Mesuji. Itu dikernali dari aksen dan bahasa yang digunakan.

Mereka mengenakan celana loreng mirip aparat dan menenteng senjata api jenis AKA. Hal ini dilansir media asing Associated Press dan CBSNews.

sumber: kompas
close