TUTUP
Lampung

Tegang! Bentrok Polisi Vs Warga Bersenjata Tajam Pecah di Lampung Tengah

Admin
22 November 2022, 2:20 PM WAT
Last Updated 2022-11-24T23:12:17Z
Tangkap layar kericuhan di Lampung Tengah polisi vs massa. Istimewa

BANDAR LAMPUNG - Bentrok massa di Lampung Tengah pasca penyerangan serta pengerusakan kantor dan fasilitas PT Gunung Aji Jaya berlanjut. 


Beberapa video pun tersebar di media sosial yang memperlihatkan sejumlah massa menyerang polisi dengan lemparan batu, di video lainnya tampak beberapa suara tembakan terdengar yang dilepaskan oleh polisi dalam menghalau penyerangan massa.


Setidaknya, ada 3 video yang tersebar yang menggambarkan kericuhan paska penyerangan PT Gunung Aji Jaya yang terjadi pada Sabtu lalu. 


Menanggapi beredar video tersebut, Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi membenarkan peristiwa itu terjadi di Lampung Tengah, tepatnya di Kecamatan Pubian.


"Memang benar bahwa video yang beredar terjadi di Lampung Tengah. Tetapi itu adalah upaya preventif dari anggota dengan melepas tembakan ke udara, bukan ke arah massa. Ini terpaksa dilakukan untuk meredam suasana dan melindungi diri karena massa terus melempari petugas dengan batu," kata Pandra Senin (21/11/2022) malam.


Dalam peristiwa itu, lanjut dia telah diamankan 8 orang yang dimana salah satunya merupakan provokator aksi tersebut.


"Telah diamankan 8 orang, dan masih dilakukan pemeriksaan. Satu orang diantaranya merupakan provokator dan lainnya mereka yang berupaya melindungi provokator ini saat akan diamankan petugas," terangnya, dilansir detikcom.


Saat ini kondisi di Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah telah kembali kondusif. 


Polisi dari Polres Lampung Tengah dengan dibantu Polda Lampung masih melakukan penjagaan di sejumlah lokasi.


"Kondisi sudah aman, sudah mulai kondusif. Anggota juga masih melakukan penjagaan baik dari Polres Lampung Tengah maupun Polda Lampung," ujar Pandra.


Pandra juga menyampaikan agar masyarakat jangan terpancing atas isu atau video yang beredar di media sosial.


"Kami menghimbau kepada masyarakat jangan terprovokasi serta terpancing atas Video-video yang beredar dengan mencari informasi yang valid terlebih dahulu. Aparat kepolisian akan bertindak adil, equlty before law, setiap warga negara mempunyai persamaan hak di muka hukum. Kita harapkan juga tokoh masyarakat untuk menenangkan warganya," tandas dia. (*)

close