TUTUP
Politik

Pernah 'Begal' Partai Demokrat, Moeldoko akan Dideklarasikan Capres 2024, Partainya?

Admin
11 November 2022, 9:21 PM WAT
Last Updated 2022-11-26T01:13:47Z
Moeldoko saat Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang tidak sah dan ilegal. (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Kepala Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko akan dideklarasikan sebagai calon presiden (Capres) 2024.


Diketahui, Moeldoko pernah dijadikan ketua umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB), namun tidak mendapat pengesahan dari Kemenkumham RI.


Politikus Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, menyebut Moeldoko sebagai begal partai.


Sejumlah organ relawan pendukung Moeldoko berencana menggelar deklarasi pada Ahad, 27 November 2022. 


Deklarasi ini memiliki satu tujuan yaitu mendorong Moeldoko maju sebagai capres 2024.


"Lokasi di Gedung Joang 45 (Menteng, Jakarta Pusat)," kata Ketua Umum Moeldoko Center sekaligus salah satu inisiator deklarasi ini, Trisya Suherman, saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Kamis, 10 November 2022.


Moeldoko Center adalah organ relawan Moeldoko yang berdiri pasca peristiwa Kongres Luar Biasa Partai Demokrat.


Trisya pun hadir di JCC menemani Moeldoko yang meluncurkan buku tulisannya berjudul M-Leadership: Berani Memimpin.


Dalam poster undangan deklarasi yang diterima, peserta acara diminta datang dengan baju ormas masing-masing. 


Pilihan lain bisa juga baju adat, memakai masker, atau baju dengan gambar Pak Moeldoko.


Trisya mengklaim tidak ada perintah dari Moeldoko untuk deklarasi dukungan capres 2024. 


Ia mengaku hanya memberi tahu Moeldoko dan meminta izin agar tidak melarang kegiatan dari organ relawan ini.


Pasang 93 videotron di Jabodetabek


Sebelum menggelar deklarasi, Moeldoko Center juga telah memasang 93 videotron di Jabodetabek dan sekitarnya. 


Termasuk di antaranya di stasiun Commuter Line. Videotron ini berisi visi misi dari Moeldoko Center.


Lalu di dalamnya, ada foto Moeldoko, Trisya, dan juga Minadi Pujaya, pembina Moeldoko Center. 


Trisya membenarkan bahwa pemasangan 93 videotron ini memang bertujuan untuk mendorong Moeldoko sebagai capres 2024. 


"Sebenarnya ya itu impian kami, ingin bapak jadi RI 1," kata Trisya, dilansir Tempo.


Bagi Trisya, Moeldoko adalah sosok yang cocok menjadi penerus Jokowi. Dibandingkan dengan calon-calon presiden lain, Ia menilai Moeldoko sebagai orang di ring satu Jokowi masih lebih unggul. 


"Pasti Indonesia tambah maju," katanya.


Sementara Moeldoko juga mengklaim kegiatan yang ada murni inisiatif dari organ relawan seperti Moeldoko Center, termasuk pemasangan 93 videotron. 


Ia memastikan dirinya tidak terlibat, tapi tidak ingin melarangnya.


"Itu inisiatif masing-masing, bagi saya itu hak politik mereka, aspirasi politik mereka, urusan mereka sendiri, saya sendiri enggak ada urusan sama yang begitu," ujar Moeldoko di JCC Senayan.


Walau begitu, Moeldoko sempat menyatakan kesiapannya untuk maju di 2024. Pernyataan ini disampaikannya saat menghadiri acara Tabligh Akbar di Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu, 9 November lalu.


Moeldoko menyebut pernyataan tersebut disampaikannya karena ada pihak yang menanyakan kesiapannya maju di 2024 nanti. 


Masyarakat, kata dia, bertanya bagaimana kalau nanti ada yang mencalonkan dirinya untuk ikut berkontestasi. 


"Silahkan saja kalau begitu," kata Moeldoko.


Tapi pada intinya, Moeldoko menegaskan kalau sekarang dirinya masih menjadi bawahan dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. 


"Saya fokus pada tugas-tugas pelayanan di pemerintah," kata dia.


Sebelum menyatakan siap maju di 2024, nama Moeldoko sempat mencuat dalam kegiatan Musyawarah Rakyat (Musra) IV di Palembang, Sumatera Selatan, pada 29 Oktober 2022 lalu. 


Kegiatan ini digelar oleh sejumlah organ relawan Jokowi.


Nama Moeldoko masuk menjadi kandidat calon wakil presiden atau cawapres dalam pertemuan politik ini. 


Moeldoko tak banyak berkomentar soal hasil Musra yang memuat namanya tersebut.


"Ya alhamdulillah, kita syukuri saja," kata dia. 


Meski demikian, Moeldoko tak merinci lebih jauh apakah sudah ada partai politik yang kini berupaya mendekat kepada dirinya. 


"Bagi saya, fokus tugas (sebagai KSP) saja," ujarnya.


Begal Partai


Diketahui, politikus Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, menyebut Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebagai begal partai.


“Sedih juga bahwa ada orang-orang dengan nafsu kekuasaan begitu besar menjadi begal politik, begal partai. Mau-maunya jenderal bintang empat melakukan hal semacam ini,” kata Andi dalam diskusi Polemik Trijaya, Sabtu, 6 Maret 2021.


Andi mengatakan, selama 10 tahun Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa, tidak pernah mengganggu partai orang lain.


Namun sekarang, kata Andi, tiba-tiba ada elemen kekuasaan di dalam lingkaran Presiden Joko Widodo atau Jokowi berusaha mengambil alih partai.


Apalagi, Moeldoko juga bukan termasuk kader Demokrat, kemudian bersekongkol dengan mantan kader untuk membuat KLB. 


“Jadi ya beliau (SBY) sedih tetapi menerima kenyaaan bahwa ada orang semacam ini,” katanya.


Menurut Andi, SBY juga merasa bersalah karena pernah memberi Moeldoko jabatan beberapa kali termasuk Panglima TNI. 


Menggunakan ungkapan dalam bahasa Jawa, Andi menyebut Moeldoko sebagai 'kacang lupa lanjaran' (kulit).


Kemelut Partai Demokrat dimulai pada awal Februari 2021 lalu, ketika Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengumumkan adanya gerakan pengambilalihan partai yang dimotori oleh kader senior, mantan kader, dan seseorang di lingkaran pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 


Para senior Partai Demokrat kemudian mengadakan kongres luar biasa atau KLB di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat, 5 Maret 2021. 


Hasilnya, Moeldoko ditetapkan sebagai ketua umum.    (*)

close