TUTUP
HeadlineHukum

Budiono: Sekda Way Kanan Titip Rp 250 Juta untuk Loloskan Keponakan Masuk Unila

Admin
16 November 2022, 8:13 PM WAT
Last Updated 2022-11-24T23:12:23Z
Sekretaris Daerah Kabupaten Way Kanan, Saipul (Foto: Istimewa)

BANDAR LAMPUNG - Untuk meloloskan keponakannya masuk Universitas Lampung (Unila), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Way Kanan, Saipul disebut ikut menitip uang Rp 250 juta.


Ketua Satuan Pengendalian Internal (SPI) Unila, Budiono mengungkapkannya saat bersaksi di persidangan kasus suap penerimaan mahasiswa baru Unila tahun 2022 dengan terdakwa Andi Desfiandi, di Pengadilan Negeri Tipikor Tanjung Karang, Bandar Lampung, Rabu (16/11/2022).


Dia mengatakan, Saipul pernah menemui dan meminta bantuannya dengan mengatakan kesanggupan menandatangani uang Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI) Rp 250 juta.


"Saya didatangi Saipul (sekda) dari Way Kanan. Saya tenaga ahli Pemkab Way Kanan. Dia punya kesanggupan bayar Rp 250 juta untuk SPI. Tapi saya bilang, saya tidak punya kewenangan meluluskan mahasiswa," ujar Budiono.


Lalu, permintaan tersebut disampaikan Budioni ke Wakil Rektor I Bidang Akademik Unila, Heryandi. Setelah itu, menurut Budiono, dirinya tidak ikut campur lagi.


Selain itu, Budiono mengaku pernah didatangi Bambang Hartono (diduga Wakil Rektor Universitas Bandar Lampung), yang menyampaikan anaknya juga mendaftar di Unila pada Fakultas Farmasi dan sudah menandatangani kesanggupan menyumbang SPI Rp 150 juta untuk Farmasi. 


"Saya katakan, langsung saja ke Pak Heryandi kan kenal, sahabat lama. Dia (Bambang) mengatakan agak sungkan, makanya dititipkan ke saya. Ya, saya bilang, nanti akan disampaikan, tapi kelulusan sesuai passing grade," jelas Budiono, dilansir RMOLLampung.


Kemudian, titipan ketiga datang dari salah satu pegawai Pemkab Way Kanan bernama Nuryandi, untuk membantu diluluskan masuk Unila jurusan Teknik Informatika.


"Sama ke ruangan, terus dia menyampaikan anaknya mendaftar di Unila. Saya tanya kesanggupan menandatangani penyumbang institusi sekitar Rp 35 juta atau Rp 25 juta saya lupa," ungkap Budiono.


Terakhir, mahasiswa titipan datang dari kakak ipar Budiono bernama Maida, yang berkeinginan memindahkan sang anak dari Fakultas Ekonomi ke Fakultas Hukum.


Setelah menerima nama-nama titipan itu, Budiono hendak menemui Heryandi. Namun, karena Heryandi hendak keluar, maka nama itu dititipkan ke Sekretaris Heryandi bernama Widyatmoko.


"Selesai itu sudah tidak saya tanyakan lagi, dan benar Pak Nuryadi pernah menelpon saya, saya bilang yang penting masuk passing grade, berdoa, dan belajar," kata Budiono.


Menanggapi hal itu, Sekda Way Kanan Saipul mengatakan terkait dengan apa yang disampaikan di persidangan, Sumbangan Pembangunan Institusi itu hanya sumbangan saja dan bukan titipan.


"Itu sumbangan pengembangan institusi dan itu resmi sudah diterima," kata Saipul, dilansir Kupastuntas.


Dia menjelaskan, untuk diketahui SPI itu adalah sumbangan resmi dengan besaran tergantung kesanggupan.


"Jadi Itu tidak ada kaitannya saya sebagai sekda," kata Saipul.  (*)

close