TUTUP
KesehatanLampung

Pertama di Lampung, Bayi Usia 11 Bulan Idap Gagal Ginjal Akut

Admin
21 October 2022, 11:42 PM WAT
Last Updated 2022-10-24T07:18:41Z

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dr Reihana (Foto: Istimewa)


BANDAR LAMPUNG – Kasus pertama Acute Kidney Injury (AKI) atau gagal ginjal akut ditemukan di Lampung 


Bayi berusia 11 bulan di Kota Bandar Lampung diketahui menderita AKI atau gagal ginjal akut.


Saat ini bayi tersebut masih dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek Lampung.


Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Lampung dr Reihana mengatakan, bayi berusia 11 bulan tersebut berasal dari Kota Bandar Lampung dan dirawat di rumah sakit.


Dalam kasus tersebut petugas telah melakukan penyelidikan epidemiologi. 


“Pengambilan spesimen kasus tersebut berupa darah, urine, swab masofaring dan swab mental, serta pemeriksaan obat-obatan yang telah dikonsumsi pasien tersebut,” kata Reihana dalam keterangan persnya di Bandar Lampung, Jumat (21/10/2022).


Dia mengatakan, hasil pengujian dari Balai Pemeriksaan Obat dan Makanan (BPOM) telah ditemukan juga ada pencemaran bahan etilen glikol dan dietilen glikol yang melebihi nilai ambang batas pada beberapa obat yang beredar di Indonesia.


Menurut dia, hasil dari uji cemaran etilen glikol dan dietilen glikol tersebut belum dapat mendukung kesimpulan bahwa penggunaan dari sirop obat tersebut memiliki keterkaitan dengan kejadian gagal ginjal akut.


Karena selain penggunaan obat-obat tersebut, masih ada beberapa faktor risiko penyebab kejadian gagal ginjal akut tersebut.


Ia mengatakan, seperti infeksi virus, infeksi bakteri, implementasi sistem nutrisi pada anak, sistem peradangan multi sistem pada organ, dan juga bisa disebabkan dehidrasi yang tidak tertangani dengan baik, dan penyebab lainnya.


“Kami menghimbau bila masyarakat menemukan anak usia 0-18 tahun atau mayoritas anak balita (bawah lima tahun), mengalami gejala seperti buang air kecil, atau air kecil sedikit, atau tidak ada urine-nya yang terjadi secara tiba-tiba, segera melapor ke puskemas atau rumah sakit terdekat sesegera mungkin,” kata Reihana, dilansir Republika.


Selain itu, ia mengimbau juga bila ada anak usia 0-18 tahun atau mayoritas balita tidak ada riwayat penyakit ginjal yang disertai demam, atau tidak demam, diare, muntah, batuk dan pilek, harap segera masyarakat melaporkan kepada puskemas atau rumah sakit terdekat sesegera mungkin.


“Tidak perlu kaget, kita tetap berperilaku hidup bersih dan sehat, agar terhindar penyakit tersebut,” imbau Reihana. (*)

close