TUTUP
HeadlineKesehatanLampung

Pasien Anak Gagal Ginjal Akut di Lampung Bertambah, Direktur RSUDAM: Usia 13 Bulan

Admin
25 October 2022, 9:13 AM WAT
Last Updated 2022-10-31T00:29:04Z

Direktur RSUDAM Lampung dr Lukman Pura (kanan). (Foto: Istimewa)


BANDAR LAMPUNG - Satu anak di Lampung didiagnosa mengalami gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI).


Pasien berusia 13 bulan inisial W warga Kota Bandar Lampung tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM).


Direktur RSUDAM dr Lukman Pura mengatakan, pasien sudah menjalani hari keempat perawatan di rumah sakit plat merah tersebut.


"Kondisi pasien umur 13 bulan, berdasarkan laporan tadi pagi kondisinya sudah stabil, namun belum keluar air kencing," ujarnya, Senin (24/10/2022).


Sejauh ini kesadaran dan tanda vital pasien terpantau membaik dibanding hari pertama dirawat. 


"Menyusu masih kuat dan belum ada tanda bengkak kembali seperti hari pertama," kata Lukman, dilansir Kompas.com


Menurutnya, pada hari pertama pasien dirawat kondisinya agak bengkak.


Setelah diberikan obat, bengkaknya mulai menyusut. Namun belum kencing.  


Siagakan 40 Tim Dokter dan Perawat 


RSUDAM saat ini sudah menyiagakan 40 orang tim dokter dan perawat untuk mengantisipasi meningkatnya pasien gagal ginjal akut.


Rumah sakit juga menyiapkan 10 bed tambahan dan ruang khusus untuk antisipasi.


"Termasuk tiga ahli ginjal dewasa untuk berjaga-jaga jika pasien harus melakukan cuci darah dengan cara yang lain," kata Lukman.


Dia menjelaskan, belum pernah ada tindakan hemodialisa (cuci darah) untuk pasien bayi di Provinsi Lampung.


"Bayi cuci darah harus sangat berhati-hati, di Lampung ini belum pernah dilakukan," kata Lukman. 


Diberitakan sebelumnya, seorang pasien anak gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) meninggal dunia saat perawatan di RSUDAM.


Pasien berusia 11 bulan ini merupakan warga Bandar Lampung, masuk rumah sakit pada Jumat (21/9/2022). 


Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim membenarkan, satu dari dua pasien AKI yang dirawat di RSUDAM telah meninggal dunia pada Sabtu (22/10/2022). 


Menurutnya, berdasarkan keterangan tim dokter, kondisi pasien memburuk lantaran tidak bisa buang air kecil.


"Informasi terkini dari dokter RSAM, satu pasien meninggal dunia dan satu lainnya masih dirawat," kata Nunik, sapaan akrabnya, Ahad (23/10/2022). (*) 

close