TUTUP
TUTUP
Politik

SBY: Saya Harus Turun Gunung, Ada Tanda-tanda Pemilu 2024 Tidak Jujur dan Adil

Admin
17 September 2022, 12:28 PM WAT
Last Updated 2022-09-26T02:35:06Z
 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) Foto: Twitter Ossy Dermawan


JAKARTA - Viral pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang siap turun gunung menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.


SBY mengetahui ada tanda-tanda Pilpres 2024 tak jujur dan tak adil.


Ucapan SBY itu viral dalam video yang diunggah akun TikTok @pdemokrat.sumut.


Pernyataan SBY itu diduga saat menyampaikan pidato dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimas) Partai Demokrat di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.


SBY menyampaikan alasan dirinya mesti turun gunung menghadapi Pilpres 2024,


"Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang. Saya mendengar, mengetahui bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," kata SBY dalam video, dilansir Viva, Sabtu, 17 September 2022.


Dia mendapat kabar jika Pilpres 2024 akan diatur hanya dengan diikuti dua pasangan capres dan cawapres.   


"Konon, akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti hanya diinginkan oleh mereka hanya dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikendaki oleh mereka," jelas Presiden ke-6 RI tersebut.


SBY melanjutkan ada informasi yang dia peroleh bahwa Demokrat sebagai oposisi akan dipersulit dalam berkoalisi menuju Pilpres 2024.


"Informasinya, Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri. Bersama koalisi tentunya. Jahat bukan, menginjak-injak hak rakyat bukan," ujar SBY.


SBY mengatakan pikiran seperti itu bathil. Sebab, menurutnya, berpikir demikian bukan hak mereka.  Dia mengingatkan bahwa pemilu merupakan hak rakyat.


"Hak untuk memilih dan hak untuk dipilih. Yang berdaulat juga rakyat," kata SBY.


Kemudian, dia menyinggung saat dirinya sebagai Presiden RI periode 2004-2014, sudah merasakan penyelenggaraan pemilu selama dua kali termasuk pilpres.


"Ingat, selama 10 tahun dulu. Kita di pemerintahan. Dua kali menyelenggarakan pemilu termasuk pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebathilan seperti itu," ujar SBY.


Elite Partai Demokrat membenarkan video pernyataan SBY yang viral tersebut.


Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Imelda Sari mengatakan SBY menyampaikan pernyataan itu saat Rapimnas Demokrat di JCC, Senayan pada Kamis 15 September 2022.


Menurut Imelda, SBY mengatakan itu sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai.


Saat itu, kata dia, SBY memberikan arahan kepada kader Demokrat agar bersiap menghadapi Pemilu 2024 termasuk Pilpres.


“Bapak ingin sampaikan ke kami bahwa harus bersiap hadapi 2024. Beliau dengar rumor yang berkembang seperti itu. Lalu disampaikan juga ke kami,” ujar Imelda.


Imelda menambahkan, omongan SBY juga dipertegas Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam pidato kebangsaannya di hari kedua rapimnas pada Jumat kemarin.


“Itu juga dipertegas Mas Agus, bagaimana menurunnya demokrasi sampai contoh demokrasi yang baik pada 2014,” tutur Imelda. (*)

close