TUTUP
TUTUP
LampungPendidikan

Pembangunan Gedung Perpusda Modern Lampung Masih Mangkrak, Miliaran Uang Rakyat Terbengkalai

Admin
17 September 2022, 10:41 AM WAT
Last Updated 2022-09-26T02:35:07Z
Foto: perpusda.lampungprov.go.id

BANDAR LAMPUNG - Pembangunan gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Lampung di Jalan Z.A Pagar Alam, Labuhan Ratu, Bandar Lampung, masih terbengkalai. 


Pembangunan gedung yang berdiri di lahan seluas 2,5 hektar kawasan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampung tersebut sudah berlangsung sejak 2018.


Dihimpun dari berbagai sumber, Sabtu (17/9/2022), pembangunan gedung Perpusda Lampung dengan konsep modern ini sudah dimulai sejak era Gubernur Lampung Ridho Ficardo.  


Namun ketika tampuk kekuasaan berganti ke Arinal Djunaidi, pembangunan gedung ini terhenti, sehingga terbengkalai. 


Anggota DPRD Lampung Ade Utami Ibnu, mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung, segera menuntaskan revitalisasi pembangunan Perpustakaan Daerah (Perpusda), yang sempat terbengkalai.


"Gedung Perpusda Lampung ini aset pemerintah daerah (Pemda) yang sangat berharga, dibangun dengan dana miliaran, jadi penyempurnaan pembangunannya harus dituntaskan, jangan sampai mangkrak lagi," ujarnya, saat mengunjungi gedung tersebut, Kamis (15/9/2022) .


Ade yang menjabat Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung ini menyebut, Gedung Perpusda Lampung dirancang dengan sangat megah, mewah, dan futuristik.


Aset itu merupakan masa depan dan ikon yang sangat membanggakan masyarakat.


"Pada 2022 ini, alokasi untuk penyempurnaan fasilitas di Lantai I dan II sebesar Rp 5,9 miliar. Namun untuk dikatakan selesai tentu belum, karena masih banyak fasilitas yang harus disempurnakan," ujar Ade yang juga pegiat literasi.


Dia mendorong pada pembahasan APBD Lampung tahun 2023 ada anggaran yang lebih memadai guna penyempurnaan fasilitas yang semakin baik, sehingga pada tahun tersebut Perpusda Lampung yang baru dapat diresmikan.


Tidak dianggarkan


Diketahui, pembangunan Perpustakaan Modern Lampung mangkrak atau tidak dilanjutkan, lantaran dananya tak dianggarkan di tahun 2021.


Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lampung, Joko Santoso mengatakan, tidak ada laporan yang diterima komisinya terkait pembangunan gedung yang berlokasi di Jalan ZA Pagar Alam, Kedaton Kota Bandar Lampung itu.


"Sampai sekarang belum ada laporan, dan dianggarkan juga belum," kata dia di Komisi  IV, Kamis (17/6/2021).


Kepala Bidang Pengelolaan Aset Daerah Lampung, Mediandra, mengaku, tidak tahu sama sekali terkait kelanjutan pembangunan gedung tersebut.


"Saya tidak tahu itu, cuma catat aset saja. Untuk (soal) pembangunan, ke Bappeda Lampung," kata dia.


Namun saat dikonfirmasi, Kepala Bappeda Lampung Mulyadi Irsan mengatakan, untuk informasinya silakan tanya ke dinas terkait yang menangani. 


"Bisa ditanya ke dinas teknis yang menanganinya," ujarnya.


Pembangunan Gedung Perpusda Lampung mangkrak. Foto dibidik 17 Juni 2021 (Foto:RMOL Lampung)

Anggarkan Rp 5 Miliar


Sebelumnya, Pemprov Lampung akan kembali melanjutkan pembangunan gedung perpustakaan modern yang berada di jalan Zainal Abidin Pagar Alam Nomor 52, Labuhan Ratu, Kedaton Bandar Lampung, dengan menganggarkan Rp5 miliar.


Namun pada tahun 2020 kemarin sempat terhenti lantaran adanya recofusing anggaran akibat pandemi Covid-19.


"Mudah-mudahan tidak terkena recofusing lagi karena kebutuhan yang lain. Namun tetap kita akan prioritaskan," kata Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Fahrizal Darminto, saat memberikan keterangan, Kamis (18/2/2021).


Pengerjaan gedung perpustakaan modern tersebut memang telah rampung. Pemprov hanya akan fokus melengkapi fasilitas pendukung seperti lahan parkir, pengisian buku-buku, AC, pemasangan listrik, serta pemasangan lift. 


"Jika dilihat dari luar memang sudah selesai bangunan nya. Namun jika dari dalam masih kosong seperti belum ada listrik, lift, AC juga. Oleh karena itu untuk saat itu belum bisa dipakai," lanjutnya.


Menurutnya, perpustakaan yang berada di kawasan pendidikan lantaran banyak berdiri sekolah dan perguruan tinggi negeri dan swasta tersebut akan berbeda dengan perpustakaan pada umumnya.


Perpustakaan tersebut akan dilengkapi dengan ruang studio, ruang pameran, teater, ruang diskusi, workshop, serta dilengkapi dengan bacaan yang menarik hingga jurnal internasional.


"Perpustakaan ini beda dengan tempat lain, jika di perpustakaan pertanian isinya pertanian jika di perpustakaan teknik isinya enjiniring kita harus bisa mengisi yang tidak dimiliki tempat lain sehingga tidak ada duplikasi," terangnya.


Ia juga mengatakan jika pada tahun ini perpustakaan yang digadang-gadang menjadi kebanggaan masyarakat Lampung sudah mulai digunakan secara bertahap.


Pihaknya juga membantah adanya isu yang mengatakan jika perpustakaan tersebut akan dialih-fungsikan menjadi pusat perbelanjaan atau mall.


"Jadi tidak benar adanya informasi alih fungsi menjadi pusat perbelanjaan. Tidak terbesit sedikit pun untuk mengalihkan gedung tersebut menjadi mall. Informasi tersebut adalah hoax," ujar Fahrizal.


Terpisah, Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Lampung, Ade Utami Ibnu mengatakan jika pihaknya sepenuhnya mendung upaya dari Pemprov Lampung untuk menjawab kebutuhan masyarakat tentang informasi pendidikan yang memadai.


"Masyarakat Lampung tetap akan memiliki perpustakaan modern kebanggaan bersama. Semoga komitmen dari pemerintah ini bisa terwujud untuk menghadirkan perpustakaan modern yang mewah sebagai tempat masyarakat Lampung untuk mendapatkan pengetahuan dan tambahan literasi," ungkap Ade.


Ditarget Selesai Akhir 2019


Semula, perpustakaan daerah modern terbesar Provinsi Lampung di Jalan Zainal Abidin Pagar Alam ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019.


Hal ini dibenarkan oleh Liza salah satu staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung. 


Dia mengatakan hal tersebut sesuai dengan kontrak kerja dengan kontraktor yang berakhir pada 24 Desember 2019.


"Kalau untuk finish atau selesai pastinya belum tahu, tapi kalau berdasarkan kontrak, berakhirnya tanggal 24 Desember tahun ini. Karena untuk penanggungjawab pengerjaan gedung perpustakaan itu dari Dirjen Cipta Karya, jadi mereka yang lebih tahu pastinya," jelas Liza saat ditemui Lampung Geh, Kamis (31/10/2019).


Bangunan gedung perpustakaan modern ini tampak megah dengan dinding kaca mengelilingi hampir seluruh bagiannya. Diperkirakan progres pembangunanya sekarang sudah sekitar 70 persen. 


Bangunan ini berdiri di atas lahan seluas 24 ribu meter persegi dengan luas bangunan 10 ribu meter persegi saat ini diserahkan pembangunannya kepada Direktorat Jendral Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan menggunakan dana APBD Lampung Rp70 miliar. 


Liza menambahkan, meskipun pembangunan gedung sudah selesai, tidak serta merta kegiatan di Perpusda Lampung yang lama dapat dipindahkan dalam waktu singkat, hal ini dikarenakan perlu pendataan dan persiapan lainnya.


"Jadi nggak bisa kita langsung pindah. Perlu pendataan terutama inventarisasi barang yang ada di Perpusda lama. Belum lagi mempersiapkan segala sarana dan prasarana yang sesuai dengan konsep gedung perpustakaan modern. Ini cukup memakan waktu dan bisa jadi malah pertengahan tahun baru bisa difungsikan. Namun itu perkiraan, kita lihat nanti saja," tuturnya.


Area Bisnis hingga Bioskop


Perpustakaan Daerah Modern Provinsi Lampung akan menjadi perpustakaan termegah se-Provinsi Lampung.


Pembangunan Gedung Perpustakaan Modern Provinsi Lampung resmi dimulai pada bulan Februari 2018.


Meskipun pengerjaannya sempat terhenti beberapa saat, kini bangunan tersebut sudah tampak megah dari sisi Jalan Zainal Abidin Pagat Alam atau dari depan Kampus IBI Darmajaya Lampung.


Bangunan yang terdiri dari empat bagian gedung itu berdiri di atas lahan seluas 2,4 hektare dengan luas bangunan 10.000 meter persegi dengan anggaran biaya sebesar Rp70 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Lampung.


Dengan adanya Perpustakaan Modern digagas sebagai salah satu komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan minat baca masyarakat di dalam upaya mencerdaskan masyarakat Lampung pada khususnya. 


Selain itu, perpustakaan ini nantinya akan menjadi salah satu ikon di Lampung mengingat desain bangunan yang khas bercorak adat istiadat masyarakat Lampung. 


Gedung Perpustakaan Modern ini didesain dengan arsitektur modern yang dilengkapi dengan taman hijau, pencahayaan green building dan memakai sistem baja komposit dengan konsep open space frame.


Perpustakaan modern ini memiliki tiga bagian gedung yaitu gedung utama, gedung bundar dan gedung sayap kiri.


Gedung utama terdiri dari 5 lantai. Lantai 1 terdiri dari lobi/Ruang Informasi dan Ruang Baca Utama. Lantai 2 merupakan Ruang Baca Utama. Lantai 3 merupakan Ruang Baca Utama dan Deposit. Lantai 4 merupakan Ruang Pengelola Perpustakaan. Lantai 5 yaitu merupakan Roof Garden.


Kemudian Gedung Bundar Tengah terdiri dari 3 lantai yang terdapat fasilitas kolam ikan, waterwall, Ruang Baca Terbuka, dan Outdoor Roof. Adapun Gedung Sayap Kiri, lantai 1 terdiri dari Ruang Baca Rekreatif, Business Area, Taman Terbuka Hijau.


Lantai 2 merupakan Ruang Pertemuan dan Seminar. Serta pada Gedung Sayap Kanan, lantai 1 terdiri dari Diorama Pusat Peraga Iptek, Ruang Baca, Tempat Bermain Anak, Ruang Baca Lansia dan Difabel. Lantai 2 merupakan Ruang Audiovisual (bioskop).


Liza salah satu staf Dinas Perpustakaan Daerah dan Kearsipan Provinsi Lampung mengungkapkan bahwa untuk saat ini konsep perpustakaan tidak lagi kaku seperti dulu, melainkan sudah harus bertransformasi menjadi perpustakaan berbasis inklusi sosial.


"Sekarang perpustakaan bukan hanya sebagai gudang buku, gaungnya Perpustakaan Nasional dengan Bapenas itu perpustakaan berbasis inklusi sosial. Bukan hanya tempat membaca saja, tapi juga sebagai tempat berkegiatan bagi masyarakat, tempat berdiskusi dan lain-lain yang sifatnya pembelajaran," jelas Liza. 


Selain itu, Liza menambahkan bahwa perpustakaan sekarang harus memberikan kenyamanan bagi para pengunjungnya.


Perpustakaan harus greeny, homey dan academyGreeny yaitu perpustakaan harus bersifat ramah lingkungan, homey yaitu memberikan kenyamanan seperti rumah sendiri, dan yang pasti academy bersifat mengedukasi.


Kemudian, jika dilihat dari letaknya Perpustakaan Modern juga letaknya strategis yaitu di tengah-tengah lingkungan pendidikan seperti IBI Darmajaya, Universitas Muhammadiyyah Lampung, Universitas Bandar Lampung, Universitas Lampung, Universitas Teknokrat Indonesia,dan lainnya. 


Sehingga nantinya akan sangat membantu para mahasiswa ataupun pelajar untuk mencari referensi pembelajaran.


Tujuan pembangunan


Seperti kita ketahui, Pemerintah Provinsi Lampung telah menganggarkan Pembangunan Perpustakaan Modern Lampung yang rencananya akan memiliki lahan seluas 2,5 hektare di kawasan Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Kantor Dinas Perkebunan dan Peternakan, di Jalan H Zainal Abidin Pagar Alam Nomor 52, Labuhan Ratu, Kedaton Bandar Lampung.


Gedung perpustakaan modern tersebut akan terdiri empat bagian, yaitu Gedung Utama, Gedung Bundar Tengah, Gedung Sayap Kiri dan Gedung Sayap Kanan dengan perkiraan luas bangunan gedung 10.000 meter.


Untuk kebutuhan ruang pada masing-masing gedung, pada Gedung Utama 5 lantai yakni lantai satu untuk lobby, ruang informasi/e-library dan ruang baca utama, lantai dua untuk ruang baca utama dan e-library, lantai tiga untuk ruang baca utama dan ruang deposit, lantai empat untuk kantor pengelola dinas perpustakaan, dan lantai lima untuk roof garden.


Lalu, untuk Gedung Bundar Tengah terdiri dari tiga lantai yakni lantai satu untuk lobby/watter wall dan ruang informasi, lantai dua untuk kolam ikan dan ruang baca terbuka, dan lantai tiga untuk roof garden/outdoor roof.


Selanjutnya, Gedung Sayap Kiri terdiri dari dua lantai yakni lantai satu untuk ruang baca rekreatif, business area, dan taman terbuka hijau, dan lantai dua untuk ruang meeting dan ruang seminar.


Gedung Sayap Kanan terdiri dari dua lantai yakni lantai satu untuk diorama, pusat peraga IPTEK, ruang baca dan bermain anak, ruang baca lansia dan difabel, dan lantai dua untuk ruang audio visual (bioskop).


Tujuan Pembangunan Gedung Perpustakaan Modern dan Multifungsi ini untuk menjawab permasalahan perpustakaan antara lain :


  • Perpustakaan Pemerintah Provinsi Lampung saat ini jauh dari zona pendidikan.
  • Jumlah perpustakaan desa di Provinsi Lampung saat ini sebanyak 702 desa dari jumlah 2.640 desa (25%).
  • Keterbatasan bahan bacaan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) Perpustakaan jumlah bacaan yang harus tersedia adalah 0,015 x jumlah penduduk Provinsi Lampung (9.561.028 jiwa) = 143.415 judul. Kondisi saat ini jumlah koleksi yang ada 62.576 judul (43%).
  • Keterbatasan literatur terkini dan jurnal internasional.
  • Keterbatasan ruang diskusi terbuka yang representative (sesuai SNI Perpustakaan 76.488 m2 sedangkan kondisi saat ini hanya 1.700 m2 (2,2%).
  • Mahalnya bahan bacaan dan belum ada toko buku dikabupaten/kota se-Provinsi Lampung.
  • Keterbatasan tenaga perpustakaan sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI) Perpustakaan adalah jumlah penduduk/25.000 jiwa = 382 orang. Kondisi saat ini baru 116 orang (30,5%). (*)

close