TUTUP
TUTUP
InternetNasionalTekno

Menkopolhukam Mahfud MD Mengaku Ada Kebocoran Data Pejabat Negara oleh Hacker Bjorka

ADMIN
12 September 2022, 2:32 PM WAT
Last Updated 2022-09-15T17:04:27Z
Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD (Foto: Istimewa)

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengakui kebocoran data pejabat negara yang dilakukan hacker Bjorka benar-benar terjadi.


Dia mengatakan sudah mendapat laporan dari Badan Sandi Siber Nasional (BSSN) terkait peristiwa kebocoran data itu.


"Saya pastikan bahwa itu (data bocor) memang terjadi, sudah dapat laporannya dari BSSN, kemudian dari analis deputi kerja saya," kata Mahfud saat ditemui di Kantor Kemenkopolhukam, Senin (12/9/2022).


Namun, lanjut dia, kebocoran data yang dilakukan oleh Bjorka bukanlah data yang serius.


Menurut dia, data yang dibocorkan Bjorka adalah data umum yang bisa diambil di beberapa sumber data.


"Sebenarnya bukan data yang sebetulnya rahasia yang bisa diambil dari mana-mana cuma kebetulan sama," papar Mahfud, dilansir Kompas.com.


Meski bukan data rahasia penting, Mahfud mengatakan, pemerintah sedang menelusuri penyebab hacker itu bisa mengambil data pribadi para pejabat.


Begitu juga dengan informasi terkait kasus Munir.


Mahfud mengatakan data yang diungkap oleh Bjorka adalah data yang sudah muncul sebelumnya di media masa.


Karena kesamaan data tersebut, Mahfud menilai data yang diambil oleh Bjorka bisa jadi berasal dari sumber terbuka.


"Itu sudah ada di koran tiap hari, ini jadi presiden itu, jadi menteri, cuma itu itu saja. Tidak ada yang rahasia negara kalau saya baca, sehingga itu bisa saja kebetulan sama dan kebetulan bukan rahasia juga, cuma dokumen biasa tetapi itu memang terjadi," papar Mahfud.


Sebagai informasi, pada akhir pekan lalu, Bjorka mengumbar data pribadi sejumlah pejabat yakni Ketua DPR Puan Maharani dan Menteri BUMN Erick Thohir.


Selain itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan turut menjadi korban. (*)

close