TUTUP
HeadlineRegional

Mayat Tanpa Kepala Hangus Terbakar PNS Saksi Kasus Korupsi? Polisi: Tunggu Hasil Tes DNA

Admin
10 September 2022, 7:17 PM WAT
Last Updated 2022-09-10T12:52:07Z
Penemuan mayat hangus terbakar tanpa kepala (Foto: Istimewa)

SEMARANG - Sesosok mayat ditemukan terbakar tanpa kepala di semak-semak kawasan Pantai Marina Semarang, Jawa Tengah.


Diduga korban seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Semarang berinisial PI (51) yang sempat hilang pada 24 Agustus lalu.


Kala itu, dia menghilang sehari sebelum diperiksa Polda Jawa Tengah sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengalihan aset.


PNS tersebut diketahui bekerja di Badan Pengelola Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemkot Semarang.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Djuhandani Raharjo Puro mengatakan bahwa mayat tersebut diduga menjadi korban pembunuhan.


"Ada beberapa hal yang sepintas diduga sebagai korban pembunuhan," ujarnya saat olah TKP, Jumat (9/9/2022).


Ia menambahkan ada bekas yang diduga akibat penganiayaan. Kendati demikian, untuk memastikan PNS tersebut korban pembunuhan, masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.


Dugaan mayat itu merupakan PNS Semarang bersumber dari pelat nomor sepeda motor H 9799 RA warna merah yang termasuk kendaraan dinas.


"Belum sampai ke situ, semua baru dugaan karena proses forensik masih berjalan dan harus dengan tes DNA untuk lebih detail memastikannya", katanya, dilansir CNNIndonesia.


Tak hanya itu, petugas juga menemukan name tag bertuliskan "... wan Budi P..." yang sudah terbakar.


PNS tersebut ditemukan dalam kondisi terbakar 100 persen pada Kamis (8/9) malam. Sepeda motor dinas yang berada didekatnya pun hampir habis dilalap api.


Petugas mendapat tali yang terikat di bagian leher hingga kaki. Petugas pun melihat mayat tersebut sudah terbakar tanpa kepala.


Meski diduga kuat mayat tersebut adalah PNS Kota Semarang, namun polisi enggan terburu-buru.


Djuhandani menyebut kepastian identitas mayat masih harus menunggu pemeriksaan forensik, khususnya DNA.


Kronologi Hilangnya


Mayat hangus terbakar yang ditemukan di kawasan Marina Semarang diduga PNS Bapenda Semarang Iwan Boedi Prasetyo (51) yang selama ini hilang.


Kondisi mayat ditemukan hanya bagian badan ke bawah.


"Secara kasat mata dari olah TKP hanya ditemukan badan ke bawah," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar.


Irwan mengungkap mayat tersebut ditemukan oleh seorang pekerja yang sedang membuka alang-alang di lahan kosong dengan alat berat, kemarin.


Sejumlah barang bukti diamankan dari lokasi penemuan mayat hangus tersebut.


Salah satunya yakni pelat nomor kendaraan H 9799 RA dan name tag yang terbakar. Sisa name tag yang bisa terbaca '...Wan Budi P'.


"Ini identik dengan yang dipakai Iwan saat dilaporkan hilang," jelas Irwan di TKP, dilansir detikcom.


Meski demikian, untuk memastikan identitas korban masih harus menunggu tes DNA.


Iwan disebut masih terlihat masuk kantor pada Selasa (23/8). Keesokan harinya Iwan pamit kepada keluarganya untuk berangkat kerja.


Dia berangkat menggunakan sepeda motor Vario merah berplat merah H-9799-RA.


Namun ternyata Iwan tercatat tidak masuk kantor pada hari itu. Hingga malam hari, Iwan tak juga pulang dan sudah tidak diketahui keberadaannya.


Iwan sempat terekam CCTV melintas di depan Pom Bensin Ngesrep Timur V sekitar pukul 06.45 WIB.


Pihak keluarga mencari keberadaan Iwan ke tempatnya bekerja pada Kamis (25/8). Namun, pihak Bapenda Semarang juga tak mengetahui keberadaan Iwan.


Pihak keluarga dan Bapenda Semarang sepakat lapor polisi.


Akan Dipanggil Terkait Kasus Korupsi


Polisi mengungkap, Iwan rencananya akan dimintai klarifikasi terkait kasus korupsi.


Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengatakan Iwan menghilang sehari sebelum agenda pemeriksaan.


"Kalo nggak ada apa-apa, ngapain dia Rabunya menghilang, Kamis dia menghadiri Subdit Tindak Pidana Korupsi (Polda Jateng) itu harusnya," kata Irwan saat dihubungi, Senin (5/9/2022).


Iwan seharusnya menjalani panggilan pertama pada Kamis (25/8). Namun, sehari sebelumnya Iwan dikabarkan hilang dan hingga kini belum ketemu.


"Di situ diminta saksi klarifikasi, kalau korupsi kan gitu, panggilan awal untuk klarifikasi dulu tidak langsung menunjuk kepada tersangka," jelasnya.


Irwan tidak menjelaskan terkait detail kasus korupsi itu. Namun kasus tersebut kini tengah ditangani oleh Ditreskrimsus Polda Jateng.


"Itu tugasnya Krimsus," jelasnya. (*)

close