TUTUP
TUTUP
InternetMedia SosialMedsosTekno

Hacker Bjorka Masih Leluasa, Pagi Ini 'Serang' Jokowi, Mahfud MD hingga Abu Janda

ADMIN
13 September 2022, 10:03 AM WAT
Last Updated 2022-09-15T17:04:24Z
Joko Widodo alias Jokowi (Foto: Istimewa)


JAKARTA - Hacker Bjorka kembali beraksi Selasa (13/9/2022) pagi ini, setelah kemarin akun Twitter dan grup Telegramnya kembali kena blokir.


Korban Bjorka kali ini adalah Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Muhaimin Iskandar, Mochamad Iriawan, Mahfud MD, sampai Permadi Arya alias Abu Janda.


Bjorka memulai pagi ini dengan serangan sindiran ke Presiden Jokowi terkait rencananya membuat tim khusus respons untuk menghadapi kebocoran data dari Bjorka ini.


"Apa Anda butuh bantuan saya untuk menyelesaikan masalah ini, Pak?" ledek Bjorka di akun Twitter barunya itu. Namun tidak ada doxing terhadap Jokowi.


Sindiran tersebut kemudian dilanjutkan dengan sebuah foto disertai teks yang menyebut ia sedang bersantai menunggu untuk digerebek Pemerintah Indonesia.


Korban selanjutnya adalah Mochamad Iriawan atau lebih dikenal sebagai Iwan Bule, mantan Kapolda Jawa Barat yang kini menjadi Ketua Umum PSSI.


Iwan disindir karena dianggap dekat dengan para bos judi.


"Selamat pagi pak @iriawan84. Bagaimana rasanya menjadi teman dekat dari bos-bos judi?" tulis Bjorka, dilansir detikcom.


Kemudian ada juga Muhaimin Iskandar yang data pribadinya dibocorkan di grup Telegram.


Di akun Twitternya, Bjorka geram karena Muhaimin mendompleng namanya untuk kampanye Pilpres 2024.


"Ya, kamu mencari perhatian dengan menggunakan nama saya untuk kampanye burukmu? Oke, sekarang saatnya untuk mengecek notifikasimu," tulisnya.


Pegiat medsos Permadi Arya alias Abu Janda juga ikut menjadi korban, data pribadinya disebar di Telegram.


Padahal menurut Bjorka, ia tidak kenal tapi banyak orang yang menanyakan data Permadi Arya.


Baru kemudian Bjorka tampaknya diinformasikan dan menyebut Permadi Arya adalah teman dari Denny Siregar.


"Aah I see, Permadi Arya adalah teman Denny Siregar. Keduanya hidup dari uang pajak masyarakat Indonesia namun menggunakan internet untuk memecah belah masyarakat. Yea f*** them," kecam Bjorka.


Terakhir adalah Mahfud MD, yang dicolek di Twitter dan datanya dibocorkan di grup Telegram. 


Sebelumnya, Mahfud mengeluarkan pernyataan kalau data yang dibocorkan Bjorka ini bukan data penting, Senin (12/9).


"Apa kabar pak @Mohmaffudmd? Masih yakin kalau tidak ada data penting yang bocor?" tulis Bjorka.


Data yang dibocorkan Bjorka ini masih sama seperti bocoran data hari-hari sebelumnya. Berisikan nama, NIK, alamat, nomor telepon, sertifikat vaksin, dan lain sebagainya. (*)

close