TUTUP
HeadlineLampungRegional

Cek Sekarang, Lampu Belakang Mobil Mati Jadi Penyebab Kecelakaan di Tol Lampung-Sumsel

ADMIN
11 September 2022, 12:38 PM WAT
Last Updated 2022-09-15T17:04:32Z
Operasi Microsleep di jalan Tol Terpeka Lampung. (Foto: Istimewa)

BANDAR LAMPUNG - Tidak berfungsinya atau matinya lampu belakang kendaraan, menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas, khususnya di malam hari.


PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan 100 lampu serep bagi kendaraan yang lampu belakangnya mati, saat melintas di jalan tol ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) Lampung-Sumatera Selatan (Sumsel). 


Pembagian 100 lampu serep ini merupakan bagian dari kegiatan operasi microsleep (tidur pendek) untuk meminimalkan kecelakaan lalu lintas di jalur tol Terpeka Lampung.


Branch Manager PT Hutama Karya (HK) Ruas Tol Terpeka, Yoni Satyo Wisnuwardono, mengatakan, kondisi lampu belakang mati menjadi salah satu penyebab kecelakaan lalu lintas di jalan tol, terutama di malam hari.


"Fatalitas yang terjadi adalah kecelakaan tabrak dari belakang akibat lampu belakang mati," ujarnya, Jumat (9/9/2022).


Dengan adanya operasi lampu belakang ini, diharapkan dapat menekan penyebab kecelakaan akibat lampu belakang mati.


Upanya yang dilakukan pada operasi microsleep kali ini yaitu penempelan stiker dan juga menyediakan lampu ganti bagi kendaraan yang mengalami lampu mati.


"Dan memberikan lampu sementara atau lampu cadangan berupa lampu senter yang kita tempelkan di belakang kendaraan," jelas Yoni, dilansir Suaralampung.id.


Pihaknya bersama instansi terkait juga melakukan kampanye Setuju (Selamat Sampai Tujuan).


"Yang pertama itu adalah keselamatan nomor satu. Yang kedua menurunkan angka fatalitas di jalan tol, tertib berkendara di jalan tol, tertib muatan dan tertib kecepatan," kata Yoni.


"Kita melakukan operasi lampu belakang mati, dan juga ban gundul, di samping juga melakukan operasi microsleep," tambahnya.


Tujuannya adalah mengurangi kecelakaan dan juga mengurangi fatalitas akibat kecelakaan yang terjadi di jalan tol.


"Hasilnya kita harapkan dapat menurunkan angka kecelakaan sampai dengan 40 persen," pungkasnya.


Di kesempatan yang sama, salah seorang pengemui truk, Hermanto menyambut baik dengan dilaksanakan kegiatan operasi microsleep tersebut.


Ya baguslah, soalnya kadang-kadang suka ngantuk. Kalau ada kayak gini kan akhirnya jadi melek," kata sopir rute Lampung Tengah ke Palembang ini. (*)

close