![]() |
Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto (Foto: Istimewa) |
JAKARTA - Tokoh Nahdlatul Ulama Umar Syadat Hasibuan (UH) meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memeriksa Ketua Harian Kompolnas, Benny Mamoto.
Hal itu karena Benny dinilai telah memberikan keterangan sebelum ada keterangan resmi dari Mabes Polri.
"Ayo pak Listyo Sigit P tolong periksa bapak ini karena sudah duluan memberikan keterangan sebelum ada keterangan resmi dari Mabes Polri," kata Umar di akun twitternya, sambil mengunggah video lama tentang pernyataan Benny di Kompas TV, dilansir Warta Ekonomi, Senin (8/8/2022).
Ayo pak @ListyoSigitP tolong periksa bapak ini krn sdh duluan memberikan keterangan sblm ada keterangan resmi dr Mabes Polri. pic.twitter.com/4gXd0mzwEs
— Haji Umar Hasibuan (@UmarHasibuan77) August 7, 2022
Senada, pegiat media sosial bernama Bachrum Achmadi juga mengunggah video yang sama.
Dia menilai, dari pernyataan Benny Mamoto tampak lebih membela Ferdy Sambo.
"Pernyataan ketua kompolnas Benny J Mamoto. Apa pendapat kalian terkait pernyataan Benny J Mamoto ini saudara? Kalau aku sih beliau terkesan bela FS," kata Bachrum.
Untuk diketahui, dalam sebuah video bertanggal 13 Juli 2022, Benny mengungkapkan bahwa Tidak Ada Kejanggalan di Kasus Penembakan Brigadir J oleh Bharada E. Benny hadir sebagai narasumber.
Saat itu, eks Direkur BNN itu menyebut bahwa kejadian polisi tembak polisi adalah kejadian yang diawali dengan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh Brigadir J. (*)