![]() |
| Foto: Ilustrasi/Istimewa |
SABURAI – Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pendataan penduduk, perekonomian, data kemiskinan daerah dan lain-lain.
Ada 34 provinsi yang dimiliki Indonesia. Untuk Provinsi Lampung, saat ini angka kemiskinan sekitar 11,67 persen dan menempati urutan ke 14.
Data termuktahir mengenai penduduk miskin di Indonesia dirilis BPS pada periode Maret-September 2021.
Dalam catatan tersebut, angka presentase kemiskinan pada provinsi Indonesia turun menjadi 9,71 persen pada periode yang sama di tahun 2020.
Dari data terakhir BPS, Papua menduduki urutan pertama dari provinsi termiskin di Indonesia dengan presentase 27,38 persen.
Kemudian, di urutan kedua, ada Papua Barat dengan presentasi 21.82%.
Pada posisi ketiga, NTT memiliki presentase 20,44 persen lalu disusul dengan Maluku dengan 16,30 persen.
Sementara itu, Aceh berada di posisi selanjutnya dan menjadi daerah termiskin di Sumatera.
Kenaikan presentase Aceh dalam daftar ini menjadikannya masuk ke lima provinsi termiskin di Indonesia.
Menurut Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Aceh, Dadan Supriadi, jumlah penduduk miskin pada periode Maret-September 2021 secara presentase naik 0,20 poin jadi 15,53 persen.
Jika dilihat secara angka, penduduk miskin bertambah 16.020 orang.
“Jumlah penduduk miskin di Aceh pada September 2021 sebanyak 850.260 orang,” kata Dadan dalam konferensi pers virtual, dilansir detikcom, Sabtu (18/6/2022).
Disparitas kemiskinan perkotaan dan pedesaan semakin berkurang, Penduduk miskin di perkotaan berjumlah 10,58 persen dan di desa sebanyak 18,04%.
Menurutnya, ada sejumlah faktor yang memberi pengaruh besar pada garis kemiskinan, di antaranya yaitu beras dan rokok.
“Kalau kita lihat untuk komoditas makanan, di perkotaan beras menunjukkan pengaruh paling besar terhadap garis kemiskinan, yaitu 18,72 persen. Kemudian di pedesaan lebih besar lagi, yakni 23,06 persen,” jelas Dadan.
“Rokok juga masih memberikan pengaruh tertinggi. Harapannya, masyarakat bisa mulai beralih menggunakan pengeluaran dari rokok untuk kepentingan pengeluaran lain yang lebih produktif,” tambahnya.
Selain itu, dirinya juga membeberkan sejumlah fenomena yang diduga terkait dengan tingkat kemiskinan di Aceh, salah satunya yaitu kondisi sektor pertanian yang belum sepenuhnya pulih.
“Hal ini tercermin dari laju pertumbuhan ekonomi pertanian, kehutanan, dan perikanan pada triwulan III masih terkontraksi baik secara q to q (-0,11%) secara y on y (-3,25%) maupun laju pertumbuhan triwulan I-III 2021 terhadap triwulan I sd III 2020 c to c (-1,90%),” ujar Dadan.
Di Wilayah Sumatera, ada tiga Provinsi yang masuk 10 Provinsi Termiskin di Indonesia per September 2021 berdasarkan data BPS yaitu Provinsi Nangroe Aceh Darussalam, Bengkulu dan Provinsi Sumatera Selatan.
Untuk Provinsi Lampung, saat ini angka kemiskinan sekitar 11,67 persen dan menempati urutan ke 14.
Peringkat tersebut melonjak sangat cepat, mengingat pada semester satu tahun 2019 angka kemiskinan di Lampung menempati urutan ke 11 dengan persentase 12,62 persen.
Lalu semester dua menjadi 12,3 dengan peringkat yang sama.
Kemudian, semester 1 tahun 2020 angka kemiskinan Lampung mencapai 12,34 persen, lagi-lagi masih menempati urutan ke 11.
Tapi, saat ini angka kemiskinan Lampung menurun menyalip Sumatera Selatan dan berada di posisi ke-14.
Data BPS September 2018-Maret 2019, Provinsi Sumatera Selatan di urutan 18 sementara Lampung urutan 11, tapi kini Sumatera Selatan berada di urutan 9.
Berikut tingkat angka kemiskinan di Indonesia per September 2021 :
1. Papua 27,38 %
2. Papua Barat 21, 82%
3. Nusa Tenggara Timur 20,44 %
4. Maluku 16,3%
5. Aceh 15,53%
6. Gorontalo 15,41%
7. Bengkulu 14,43%
8. Nusa Tenggara Barat 13,83%
9. Sumatera Selatan 12,79%
10. Sulawesi Tengah 12,18%
11. DIY 11,91 persen
12. Sulawesi Barat 11,85 persen
13. Sulawesi Tenggara 11,74 persen
14. Lampung 11,67 persen
15. Jawa Tengah 11,25 persen
16. Jawa Timur 10,59 persen
17. Sulawesi Selatan 8,53 persen
18. Sumatera Utara 8,49 persen.
19. Jawa Barat 7,97 persen
20. Jambi 7,57
(*)


