![]() |
| (ilustrasi/ist) |
LAMPUNG - Untuk melayani pemudik di Provinsi Lampung pada trayek perjalanan Kota Bandar Lampung-Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, banyak mobil travel tidak resmi (gelap) beroperasi.
Seperti pada Rabu malam (21/6/2017) hingga Kamis dinihari (22/6/2017). Puluhan hingga belasan mobil travel itu beroperasi di sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kota Bandar Lampung hingga ke kawasan Panjang, yang melayani penumpang dari Terminal Induk Rajabasa, Bandar Lampung-Pelabuhan Bakauheni pulang pergi (PP).
Pangkalan travel itu, antara lain terdapat di dekat simpang jalan layang (flyover) Jalan Ki Maja Way Halim, Kalibalok Sukarame, Lapangan dan Baruna Panjang.
Mobil-mobil travel tidak resmi membaur dengan travel resmi maupun bus angkutan umum reguler yang biasa melayani penumpang di luar waktu angkutan lebaran.
Menurut sejumlah awak angkutan travel itu, mereka sengaja beroperasi untuk mendapatkan penumpang yang hendak melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2017 ini, baik dari Pelabuhan Bakauheni maupun dari Kota Bandar Lampung di sepanjang Jalinsum Lintas Tengah Lampung.
Para awak travel itu mengenakan tarif penumpang lebih mahal dari biasanya, berkisar Rp 30 ribu hingga Rp 40 ribu per penumpang, menjadi rata-rata Rp 50 ribu per penumpang.
Tarif bus umum berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per penumpang pada hari biasa.
Penumpang yang menawar harga agar bisa lebih murah pun tidak dapat dilayani, dan mereka tetap menetapkan tarif flat Rp 50 ribu per penumpang, mengingat momentum jelang Idul Fitri ini.
"Wajar tarif sebesar itu untuk layanan antarjemput penumpang, apalagi mau lebaran seperti sekarang ini," ujar salah satu awak travel tidak resmi itu.
Pada jalur Terminal Induk Rajabasa, Bandar Lampung ke Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, secara reguler dilayani bus antarkota dalam provinsi (AKDP) dan angkutan travel resmi yang biasa beroperasi dari terminal maupun pangkalan masing-masing.
Saat arus mudik dan balik Lebaran ini, angkutan reguler mesti bersaing dengan angkutan nonreguler termasuk travel tidak resmi seperti itu, seperti dilansir Okezone.
Pemudik dari Pulau Jawa yang kembali ke kampung halamannya di sejumlah daerah di Provinsi Lampung mulai berdatangan melalui Terminal Rajabasa, Kota Bandar Lampung.
Menurut Kepala Terminal Rajabasa Kota Bandar Lampung Mustika sejak H-5 Lebaran 2017 sudah mulai terlihat peningkatan jumlah pemudik yang datang dari Pulau Jawa turun di Lampung.
Menurutnya, jumlah pemudik itu diprediksi akan terus meningkat, mengingat para pegawai swasta khususnya diperkirakan sudah mengambil cuti lebih dulu.
Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada H-4 hingga H-3, berbarengan dengan jatuh waktu cuti nasional.
"Demi kelancaran arus mudik ini, kami telah melakukan pembenahan salah satunya fasilitas umum dan menambah pos kesehatan yang bekerja 24 jam," kata dia.
Pemudik yang pulang Rabu ini, beralasan ingin menghindari kemacetan dan juga padatnya penumpang.
"Saya takut terlalu lama di jalan, sehingga memutuskan pulang hari ini," kata Rafli dari Bogor.
Dia mengatakan, tahun ini pulang membawa anak sehingga diputuskan pulang lebih cepat dan dirinya pun memilih bus sebagai moda transportasi karena dirasa cukup aman.
Para pemudik tersebut berdatangan dari Pulau Jawa setelah melalui Penyeberangan Merak, Banten menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung kemudian menggunakan armada bus menuju Terminal Induk Rajabasa, Bandar Lampung. (*)


