TUTUP
TUTUP
Lampung

YP Unila Dirampok, Rp500 Juta Disikat

Admin
18 June 2012, 6:48 PM WAT
Last Updated 2016-03-09T22:19:55Z
BANDARLAMPUNG - Aksi perampokan yang terbilang cepat dan singkat terjadi di wilayah hukum Kota Bandar Lampung. Kali ini enam pelaku perampokan bersenjata api menyatroni Yayasan Pendidikan (YP) Unila, yang terletak di Jalan Baru, Tanjungkarang Pusat, Senin (18/6/2012) dini hari.

Tidak tanggung-tanggung, para pelaku yang mengendarai mobil dengan pelat Jakarta menggondol tiga brankas berisi uang tunai sekitar Rp500 juta beserta logam mulia emas seberat 300 gram, dengan total kerugian yang dialami pihak sekolah mencapai Rp541 juta. 

Menurut Kepala Sekolah SMA YP Unila Pitoeas, perampokan terjadi sekitar pukul 04.20 WIB.

Para pelaku masuk melalui pintu gerbang dengan memotong gembok pagar dengan gunting besi. Setelah itu lima orang pelaku yang menggunakan sebo (penutup wajah) masuk ke ruangan tata usaha yang ditunggu dua penjaga. "Setelah mendengar suara berisik dua penjaga itu, mengintip dari jendela.

Setelah pintu di buka pelaku menodongkan senjata api, memukul kepala para penjaga menggunakan senjata sejenis pistol. Keduanya diikat dan disekap di bawah meja," kata Pitoeas, Senin (18/6).

Setelah melumpuhkan dua dua penjaga sekolah, kata dia, para pelaku leluasa menjebol pintu ruang bendahara menggunakan linggis, dan mengasak tiga brankas berukuran sekitar 40 m x 50 meter.

"Uang itu sebagian adalah uang siswa yang daftar uang pada hari Sabtu (16/6). Uang itu belum disetor karena pada Sabtu bank tutup. Sepertinya mereka profesional, hanya 25 menit mereka beraksi, masuk jam 04.25 selesai jam 04. 50," ujarnya.

Pitoeas mengatakan, para pelaku perampokan juga menyatroni ruang kerjannya yang berada dekat dengan ruangan tata usaha dan bendahara. Pasalnya pintu masuk yang menghubungkan ruang kerjanya juga dirusak para perampok.

Namun dari ruang kerjannya tersebut, kata dia,  para pelaku hanya mematikan aliran listrik yang ada di sistem Camera Circuit Cable Television (CCTV). "Dari ruang saya mereka mencabut kabel-kabel CCTV. CCTV ini memang terhubung dengan seluruh lokal kelas, dan beberapa ruangan penting," kata dia.

Menurut dia, aksi kawanan pelaku permapokan memang terekam di CCTV, dan sudah diserahkan ke pihak berwajib. "Sebagian aksi mereka terekam di CCTV, dan rekamannya sudah kami serahkan ke polisi," bebernya.
close